Kapasitas Dermaga Padang Bai-Lembar Tak Seimbang, Penyebrangan ke Nusa Penida Bisa Dipindah 

Menurut Samsi, yang terjadi sekarang adalah antara Pelabuhan Padang Bai dengan Pelabuhan Lembar tidak seimbang.

Kapasitas Dermaga Padang Bai-Lembar Tak Seimbang, Penyebrangan ke Nusa Penida Bisa Dipindah 
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Samsi Gunartha 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali atas revisi Perda nomor 16 tahun 2009 tentang RTRWP Bali masih dalam pembahasan Pansus DPRD Bali bersama dengan pihak eksekutif. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Samsi Gunartha mengatakan ada persoalan yang perlu dibenahi sehingga dilakukan revisi terhadap perda dimaksud, yaitu salah satunya sistem transportasi yang tidak efisien, yang memicu ketimpangan pembangunan antarwilayah di Bali.

Pihaknya secara khusus menyoroti tentang sistem kepelabuhan di Bali.

Secara khusus pemerintah kembali akan melanjutkan pembangunan dan mengoptimalkan fungsi Pelabuhan Tanah Ampo. 

Dalam rapat kerja bersama DPRD Bali, Samsi menceritakan awalnya telah disepakati di pusat bahwa untuk Pelabuhan Cruise di Bali akan dikembangkan di Pelabuhan Benoa dan Celukan Bawang.

Baca: Karangasem Tunggu Realisasi Pelabuhan Feri di Desa Labasari

Baca: Terkait Dugaan Praktik Monopoli Jasa Bongkar Muat Pelabuhan L.Say Maumere,Pelindo dan INSA Diperiksa

 
Namun ketika dioperasikan di Pelabuhan Benoa, ternyata kapal-kapal cruise besar yang panjangnya lebih dari 200 meter kesulitan masuk ke Pelabuhan Benoa.

Sehingga dikembangkanlah pelabuhan Cruise baru di Tanah Ampo. Namun dalam perjalanannya, Pelabuhan Tanah Ampo juga tidak bisa digunakan sebagai tempat bersandarnya cruise besar.

“Keberadaan Tanah Ampo memang tidak bisa merapat tapi dia bisa lego. Kalau dia bisa lego di situ maka penumpang bisa masuk dengan sekoci atau fast boat,” terang Samsi saat rapat bersama Pansus RTRW di Kantor DPRD Bali, Senin (6/5/2019)

 
Dikatakannya, saat ini yang akan dikerjakan pusat adalah menyiapkan kolam dan break water untuk mendaratkan sekoci.

Dengan demikian peluang untuk merapatkan kapal yang lebih besar masih dimungkinkan sehingga market cruise ini bisa ditarik ke Bali.

Baca: Perbekel Abang Karangasem Kumpulkan Tenaga Medis, Tak Ada yang Mengaku Buang Sampah Medis

Baca: Proyek Rest Area di Selemadeg Barat Mangkrak

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved