Prof Windia Usul ke UNESCO Cabut Status WBD Subak, Bupati Eka: Mari Beri Solusi

Prof Windia juga akan mengusulkan agar status subak sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) dicabut oleh UNESCO. Khususnya subak di Jatiluwih, Tabanan

Prof Windia Usul ke UNESCO Cabut Status WBD Subak, Bupati Eka: Mari Beri Solusi
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Inilah kawasan Subak Jatiluwih di Tabanan yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD). Prof. Windia mengritik pengelolaan kawasan subak Jatiluwih tak sesuai statusnya sebagai WBD. 

Badan tersebut kini justru malah membangun berbagai sarana di lokasi persawahan Jatiluwih. Yang terbaru yakni membangun sarana pendaratan khusus untuk helikopter atau helipad.

“Itu menurut tiang, kalau enggak dikendalikan terus itu ya rusak. Maka itu tiang selalu menganjurkan agar kalau Pemkab Tabanan tidak mengendalikan fasilitas di sana ya boikot saja Jatiluwih,” kata dia.

“Dulu kita mengusulkan semua meneken (tanda tangan). Kita bareng neken, gubernur neken. Tapi setelah selama 12 tahun kIta perjuangkan, tapi setelah diakui kok gitu pengelolaannya dilakukan. Kan memalukan,” jelas Windia kesal.

Dirinya menekankan, jika negara-negara lain akan mengusulkan warisan budaya ke UNESCO yang bersifat living monument, seperti subak yang ada sawah dan petaninya, maka harus juga melampirkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Tujuannya agar pembangunan di sana bisa dikendalikan.

Lalu apakah sebenarnya di kawasan subak yang berstatus warisan budaya dunia tidak boleh membangun?

Prof Windia menjelaskan, sebenarnya hal tersebut boleh dilakukan asal mendapat persetujuan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), dan pembangunan tersebut tidak menyebabkan hilangnya Outstanding Universal Value (OUV) atau nilai universal yang menonjol dari WBD.

Dijelaskan, OUV dalam subak adalah Tri Hita Karana yang di dalamnya terdapat Parhyangan, Pawongan dan Pelemahan.

“Kalau palemahan-nya hancur, ya kan ndak bisa lagi kita mengusulkan sebagai warisan budaya dunia. Sebaiknya ditarik saja,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti memberikan tanggapannya atas usulan Prof Windia mencabut WBD Subak. Eka sangat menyayangkan statement tersebut, dan pernyataan itu dianggapnya sepihak.

"Jadi tidak boleh sepihak," ujar Bupati Eka saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2019) malam.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved