Putu Adi & Kadek Mardiana Ditangkap, Setelah Tipu dan Ngaku sebagai Caleg Parpol di Jembrana Ini

Dua orang tersangka ditangkap anggota Satreskrim Polres Jembrana, karena kasus penipuan dengan mengaku seorang Calon Legislatif (Caleg).

Putu Adi & Kadek Mardiana Ditangkap, Setelah Tipu dan Ngaku sebagai Caleg Parpol di Jembrana Ini
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Dua tersangka saat ditunjukkan ke awak media di Mapolres Jembrana, Selasa (7/5/2019). Sebelah kiri Adi Guna dan yang kanan memakai rompi oranye Kade. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA -- Dua orang tersangka ditangkap anggota Satreskrim Polres Jembrana, karena kasus penipuan dengan mengaku seorang Calon Legislatif (Caleg).

Dua tersangka ini, yakni I Putu Adi Guna (44) BB Agung Negara, Kadek Mardiana alias Kade (40) tinggal di Banjar Sembung, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Mereka memanfaatkan momen Pemilu dan mencatut nama seorang caleg PDI Perjuangan Dapil Kecamatan Negara, I Dewa Putu Mertayasa alias Dewa Abri.

Kasatreskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita, menyatakan bahwa dua tersangka menyaru sebagai seorang Calon Legislatif (Caleg) dengan tim suksesnya.

Mereka menipu korban, I Gusti Ayu Putu Ariani, (52) warga Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara, Jembrana.

Mereka ditangkap usai korban melaporkan kejadian itu ke pihaknya.

"Mereka berdua ini melakukan penipuan terhadap korban dengan mengaku sebagai seorang caleg sekaligus pengusaha di Kecamatan Negara," ucap Yogie, Selasa (7/5/2019).

Dijelaskan Yogie, kasus ini bermula ketika tersangka Adi Guna terbelit utang kredit motor pada Maret 2018 lalu.

Kemudian mempunyai rencana untuk melakukan penipuan dengan mengatasnamakan Caleg PDI Perjuangan.

Setelah itu, Adi Guna memerintahkan adiknya Kade untuk mengaku sebagai Dewa Abri.

Dan mereka meminjam uang Rp 1 juta.

"Korban percaya dan meminjamkan uang itu kepada tersangka," jelasnya.

Aksi itu pun berlanjut hingga setahun atau April 2019 ini.

Hingga masa Pemilu selesai, akhirnya kasus ini terbongkar ketika, korban menanyakan ihwal bunga 20 persen yang dijanjikan kedua tersangka, langsung ke Dewa Abri yang asli.

"Dari situlah terbongkar dan akhirnya kami tangkap dua tersangka di rumahnya masing-masing," bebernya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved