Yoyok Minta Keringanan Dituntut 6 Tahun Penjara, Terkait Dugaan Peredaran Sabu-Sabu

Tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, agar menjatuhkan hukum

Yoyok Minta Keringanan Dituntut 6 Tahun Penjara, Terkait Dugaan Peredaran Sabu-Sabu
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. 

"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Yoyok Irwanto dengan pidana penjara selama enam tahun. Denda Rp 1 miliar, subsidair dua bulan penjara," tegas Jaksa Cok Intan.

Sebagaimana diungkap dalam surat dakwaan, awalnya terdakwa Yoyok dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA) oleh bosnya, bernama Partini.

Baca: Harus Berhenti Sekolah, Pemuda Ini Dituntut 8 Tahun Penjara karena Miliki 5 Paket Sabu-Sabu

Baca: Hanya 8,8% UMK di Banjarangkan Punya Izin, Masyarakat Masih Anggap Izin Usaha Tidak Penting

Terdakwa diperintah menempel sabu-sabu di seputaran Sunset Road dan Jalan Raya Kunti, Seminyak, Kuta, Badung.

Malamnya terdakwa berangkat dari kosnya di Jalan Imam Bonjol, Denpasar dengan membawa 9 paket sabu-sabu yang sudah dicor dengan semen putih, dan disimpan di jaket yang dikenakan terdakwa.

Dari beberapa alamat yang dituju, terdakwa telah menempelkan 8 paket sabu-sabu.

Usai itu, terdakwa pergi ke Jalan Glogor Carik. Tiba di Glogor Carik terdakwa langsung ditangkap anggota kepolisian dari Sat Resnarkoba Polresta Denpasar.

Diketahui, sebelumnya petugas telah melakukan penyelidikan terhadap terdakwa.

Setelah ditangkap, petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan 1 paket sabu-sabu serta 1 buah handphone.

Baca: Proyek Rest Area di Selemadeg Barat Mangkrak

Baca: Fahri Hamzah Sebut Pemerintah Panik Setelah Wiranto Ancam Tutup Media

Saat dicek handphone terdakwa berisi foto tempat menempel 8 paket sabu-sabu. Selanjutnya petugas membawa terdakwa untuk menunjukan tempat menempel 8 paket sabu-sabu.

Usai menemukan 8 paket sabu-sabu yang ditempel di beberapa tempat, lalu petugas membawa terdakwa ke kos.

Di kos terdakwa ditemukan 1 buah buku catatan masuk dan keluarnya sabu-sabu dan barang bukti terkait lainnya.

"Saat ditanyakan mengenai kepemilikan 9 paket sabu-sabu itu, terdakwa mengakui adalah milik Partini. Terdakwa hanya bertugas menempel sesuai perintah Partini, dengan upah Rp 25 ribu sekali tempel," beber jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar itu. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved