APAR di Ruang Tunggu Bupati Rusak, Petugas Damkar Periksa Alat Pemadam Api di Setda Klungkung

Beberapa petugas pemadam kebakaran menyambangi Sekretariat Kantor Bupati Klungkung untuk melakukan pengecekan terhadap APAR

APAR di Ruang Tunggu Bupati Rusak, Petugas Damkar Periksa Alat Pemadam Api di Setda Klungkung
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Petugas damkar (pemadam kebakaran) saat memeriksa kondisi APAR di ruang tunggu Bupati Klungkung, Kamis (8/5/2019). Dari seluruh APAR yang diperiksa, APAR di ruang tunggu bupati kondisinya rusak. APAR di Ruang Tunggu Bupati Rusak, Petugas Damkar Periksa Alat Pemadam Api di Setda Klungkung 

APAR di Ruang Tunggu Bupati Rusak, Petugas Damkar Periksa Alat Pemadam Api di Setda Klungkung

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Beberapa petugas pemadam kebakaran menyambangi Sekretariat Kantor Bupati Klungkung, Rabu (8/5/2019) pagi.

Mereka memasuki satu per satu instansi untuk melakukan pengecekan terhadap APAR (alat pemadam api ringan) yang selama terkesan kurang diperhatikan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, semua APAR di Kantor Setda Klungkung ternyata kurang perawatan.

Bahkan APAR di ruang tunggu Bupati dalam keadaan rusak.

Petugas damkar terlebih dahulu memeriksa APAR yang terletak di lorong bagian umum Setda Klungkung.

Di lokasi tersebut, APAR tampak berdebu dan tidak terawat.

Petugas damkar pun langsung memeriksa secara detail APAR tersebut.

"APAR mininal seminggu sekali dibolak-balik (dikocok), sehingga lebih awet. Rata-rata APAR memang kurang diperhatikan, padahal ini sangat penting," ujar Kasatpol PP dan damkar Klungkung, I Putu Suarta, Rabu (8/5/2019).

Baca: Bukukan Laba Bersih Rp 933 Miliar, Bank Danamon Umumkan Laporan Keuangan Kuartal I 2019

Baca: Kapolresta Denpasar Imbau Pemilik Toko 24 Jam Perketat Pengawasan dan Pengamanan

Pemeriksaan lalu dilanjutkan ke ruangan Sekda Klungkung, Ruang Rapat Widya Mandala, Praja Mandala, dan APAR yang terletak di ruang tunggu Bupati Klungkung.

Pagi itu setidaknya 7 APAR yang diperiksa petugas damkar.

Dari semua pemeriksaan, rata-rata APAR dalam keadaan kurang terawat namun masih bisa digunakan.

Hanya APAR di ruangan tunggu Bupati yang kondisi selangnya rusak dan harus diganti.

"APAR di ruang tunggu Bupati yang kondisi selangnya rusak. Kami sarankan untuk segera diganti, sehingga aman digunakan," jelas Putu Suarta.

Putu Suarta menjelaskan, pemeriksaan APAR ini baru pertama kali dilakukan di instansi pemerintahan di Klungkung.

Baca: Pencarian Turis Asal India yang Jatuh Diterjang Ombak Devil Tears Lembongan Dilanjutkan

Baca: Ajun Perwira Main-Main Dengan Istri : Baru 2 Minggu Kawin Udah Nyari Gara-Gara

Sebelumnya petugas damkar sudah lebih dahulu melakukan pengecekan di instansi swasta mulai dari hotel, termasuk rumah sakit dan puskesmas.

"Setelah pengecekan, semua APAR di kantor Setda Klungkung kurang terawat. Itu karena petugas pengelola kurang memahami perawatan dari APAR," jelasnya.

Selain itu, semua APAR di Setda Klungkung tidak sesuai standar.

Putu Suarta mengungkapkan, saat ini standar APAR di kantor instansi adalah berkapasitas 6 kilogram.

Sementara semua APAR di instansi Setda Klungkung berkapasitas 3 kilogram.

Bahkan dalam sidak tersebut, rata-rata pegawai yang beraktivitas di Setda Klungkung tidak memahami cara penggunaan APAR.

"Oleh sebab itu, kedepan perlu lagi dilakukan sosialisasi tentang fungsi dan penggunaan APAR. Karena hal ini sangat penting dilakukan, terutama saat kondisi darurat," jelasnya.

Selain memeriksa APAR, petugas damkar juga memeriksa beberapa instalasi listrik yang dianggap rentan menyebabkan korsleting dan kebakaran. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved