Ngopi Santai

Bagaimana Menyatukan Kembali Indonesia yang Terbelah? (1)

Di Indonesia kita sudah mengalaminya sejak Pilpres 2014 hingga sekarang. Bahkan kita punya idiom khusus yang sangat romantis: Cebong Vs Kampret.

Bagaimana Menyatukan Kembali Indonesia yang Terbelah? (1)
DOK Pribadi
Ahmad Faiz Zainuddin. 

Jika gejala ini merebak dalam skala bangsa, jangan-jangan bangsa ini pun bisa bercerai.

(sekadar info, saya pernah dilatih langsung oleh Prof. John & Julie Gottman di Tampa, Florida, AS, beberapa tahun lalu. Dan kami telah memberikan training "The Art & Science of Happy Marriage" untuk membantu pasangan-pasangan agar terhindar dari jebakan maut pernikahan).

Fenomena "disgust & contempt" ini telah merebak seperti wabah di tengah masyarakat kita dalam 5 tahun terakhir.

Repotnya, ini justru dikompori oleh "para ahli, tokoh, artis, publik figur, intelektual, bahkan ulama dari kedua kubu yang berseteru".

Plus dikipasi oleh para die-hard sosmed buzzer yang saling menghina dan jijik satu sama lain.

Prof. Haidt mengingatkan betapa bahayanya wabah "kegilaan massal" ini.

Beberapa negara telah terbukti porak-poranda karenanya (Suriah, Venezuela dll).

Beberapa yang lain jadi terbelah dalam saling benci yang makin mengkristal (Amerika, Inggris dan lain-lain, termasuk Indonesia).

Di Amerika misalnya, tahun 60-an mereka tidak masalah mengawinkan anaknya dengan orang yang beda partai.

Hari ini banyak yang tidak sudi besanan dengan pendukung presiden Trump.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved