Kadek Asti Tiap Pagi Sapu-sapu Kondom Bekas Pakai di Kawasan Renon, 'Tak Punya Etika Gituan di Sini'

Bungkus dan kondom bekas pakai berserakan di sebuah gedung mangkrak di kawasan Renon di Jalan Cut Nyak Dien, Denpasar.

Kadek Asti Tiap Pagi Sapu-sapu Kondom Bekas Pakai di Kawasan Renon, 'Tak Punya Etika Gituan di Sini'
TRIBUN BALI/EURAZMY
Bungkus dan kondom bekas pakai berserakan di sebuah gedung mangkrak di kawasan Renon di Jalan Cut Nyak Dien, Denpasar. 

Kadek Asti Tiap Pagi Sapu-sapu Kondom Bekas Pakai di Kawasan Renon, 'Tak Punya Etika Gituan di Sini'

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bungkus dan kondom bekas pakai berserakan di sebuah gedung mangkrak di kawasan Renon di Jalan Cut Nyak Dien, Denpasar.

Meski sempat dibersihkan pasca pemberitaan pada Mei 2018 silam, tampaknya para pelaku mesum ini datang kembali dan berulah lagi.

Hingga saat ini masih saja ditemukan sejumlah sampah kondom bekas tercecer di dalam gedung.

Pantauan Tribun Bali, Rabu (8/5/2019), 'jejak mesum' berupa bungkus kondom, kondom dan tisu bekas ini hampir ditemukan di tiap petak ruangan gedung.

Baca: Sapi Tak Layak Potong Lolos dari Pengawasan, Balai Karantina Gilimanuk Ogak Disebut Kecolongan

Baca: Calon Pengantin Wanita Meninggal Setelah Digigit Anjing Kesayangannya, Anjingnya pun Turut Mati

Baca: Kades Rajin Sidak ke Rumah Janda Bikin Warga Penasaran, Saat Diintip Pagi-pagi Geger Satu Desa

Pedagang kaki lima yang berjualan di depan gedung mengatakan, Kadek Asti membenarkan jejak perilaku mesum ini kembali ia lihat pada sekitar awal tahun lalu.

Sebelumnya, sejak ramai diberitakan jumlahnya sudah mulai agak berkurang.

''Mungkin karena dulu udah banyak patroli lewat depan sini kalau malam. Ini aja baru ada lagi baru-baru ini, tapi emang gak sebanyak dulu,'' ungkapnya.

Dia banyak mendengar informasi, dugaan bahwa jejak mesum ini bersumber dari para kaum waria yang sering mangkal di sekitar lokasi jika malam tiba.

"Ya mungkin aja, kan biasanya jadi tempat mangkalnya mereka (waria),'' duganya.

Pemandangan tak wajar ini menjadi hal yang lumrah dihadapinya sejak berjualan di lokasi pada sekitar 2014.

Pada setiap pagi sebelum berjualan, ada saja sampah kondom yang tercecer.

''Setiap pagi saya yang sapu, lalu saya bakar. Gak tau etika orang-orang ini, di tempat seperti ini melakukannya,'' keluhnya.

''Ya, sampai sekarang belum ketemu pelakunya. Semoga Satpol PP segera menemukan dan menegur pelaku inilah,'' harapnya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved