Ramadan 2019

Memasuki Bulan Ramadan, PG Siapkan Stok Pupuk Subsidi hingga 909 Ribu Ton

Memasuki bulan Ramadan 1440 H, PT Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 909 ribu ton

Memasuki Bulan Ramadan, PG Siapkan Stok Pupuk Subsidi hingga 909 Ribu Ton
Istimewa/PT Petrokimia Gresik
Petugas mengecek stok pupuk. Memasuki Bulan Ramadan, PG Siapkan Stok Pupuk Subsidi hingga 909 Ribu Ton 

Memasuki Bulan Ramadan, PG Siapkan Stok Pupuk Subsidi hingga 909 Ribu Ton

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memasuki bulan Ramadan 1440 H, PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 909 ribu ton atau lima kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum pemerintah yaitu 171 ribu ton.

Manager Humas PG, Muhammad Ihwan, mengatakan bahwa stok pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari jenis Urea sebesar 121 ribu ton, ZA 150 ribu ton, SP-36 188 ribu ton, NPK Phonska 359 ribu ton, Petroganik 91 ribu ton.

“Memasuki bulan Mei 2019, atau bulan Ramadan 1440 H, sebagian daerah sudah memasuki musim tanam gadu atau musim tanam menjelang kemarau. Untuk itu, kami memastikan pada bulan puasa ini distribusi pupuk bersubsidi tetap berjalan seperti biasa,” ujar Ihwan, Rabu (8/5/2019).

Kementerian Pertanian melalui Permentan No.47/2018 menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional sebesar 8,87 juta ton kepada PT Pupuk Indonesia (Persero).

Dari jumlah tersebut, PG mendapat alokasi penyaluran sebesar 5,2 juta ton.

Selebihnya akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) lainnya.

Baca: Kuota Jalur Zonasi PPDB 2019 90 Persen, Pahami Prosedurnya untuk Tingkat SMP Sesuai Permendikbud

Baca: Punya Tiga Manfaat Penting, PG Sosialisasikan Pupuk Organik

“Sampai tanggal 30 April 2019, kami telah menyalurkan 1,83 juta ton atau 103 persen dari alokasi Petrokimia Gresik pada caturwulan pertama atau Januari sampai April 2019,” ujar Ihwan.

Lebih lanjut Ihwan kembali mengajak para petani untuk dapat mengikuti dosis, atau rekomendasi pemupukan berimbang agar hasil pertanian dapat mencapai produktivitas optimal dan efisien dalam penggunaan pupuk.

“Pemupukan berimbang ini sangat penting karena merupakan rekomendasi yang sudah teruji mampu meningkatkan hasil panen 1-2 ton per hektare dengan aplikasi pupuk yang paling efisien, sehingga petani bisa lebih menghemat pupuknya,” ujar Ihwan.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved