28 Kilo Bleng Disita dari Pedagang Kelontong di Jembrana, Apa Itu Bleng?

Bleng sendiri merupakan bahan yang biasanya dipakai untuk campuran makanan atau pembuatan kerupuk.

28 Kilo Bleng Disita dari Pedagang Kelontong di Jembrana, Apa Itu Bleng?
TRIBUN BALI/I MADE ARDHIANGA ISMAYANA
Pemeriksaan terhadap bleng kristal dan bleng yang biasa dicampur untuk membuat kerupuk oleh petugas Loka POM Buleleng, Kamis (9/5) di Kantor Terminal Negara. (Tribun Bali/I Made Ardhiangga). 

Cairan ini biasanya dihasilkan dari ladang garam atau kawah lumpur.

Penggunaan bleng dalam makanan bertujuan untuk memberikan aroma dan rasa khas di samping mengenyalkan dan membuat adonan mengembang.

Tekstur dan rupa makanan menjadi bagus. Bleng membuat kerupuk gendar/karak/puli mekar saat digoreng dan terasa renyah.

Zat ini juga berperan sebagai pengawet dan pengeras mie, lontong, ketupat, bakso, kecap, cenil, lupis, dan sosis.

Inilah ciri-cirinya:

- Kerupuk: renyah dan terasa getir
- Bakso: sangat kenyal, warna cenderung putih, tidak cokelat seperti warna daging
- Mie basah: kenyal, lebih mengilat, tidak lengket, dan tidak mudah putus
- Lontong: sangat kenyal, terasa tajam, sangat gurih, terasa getir

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved