Lukisan Wajah Plastik, Salah Satu Solusi Kurangi Sampah Plastik  

Penanganan sampah plastik khususnya di Bali membutuhkan langkah yang kreatif.

Lukisan Wajah Plastik, Salah Satu Solusi Kurangi Sampah Plastik   
Komunitas Sahabat Bumi Bali
Penyerahan lukisan wajah dari plastik kepada Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Penanganan sampah plastik khususnya di Bali membutuhkan langkah yang kreatif.

Selain mengurangi penggunaan plastik juga harus ada langkah untuk memanfaatkan limbah tersebut sehingga menjadi bahan yang berguna.

Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Sahabat Bumi Bali yang membuat lukisan wajah plastik.

“Selain dengan membuat ecobricks, juga bisa dilakukan dengan seni gambar wajah plastik,” kata penggagas berdirinya komunitas ini, Gede Praja Mahardika Sujana Putra, Kamis (9/5/2019).

Ia mengaku telah menyampaikan hal ini kepada Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan sekaligus memberikan lukisan wajah plastik yang dipesan Cok Ace beberapa minggu lalu.

Baca: Temuan Mayat di Underpass Ngurah Rai Yang Videonya Viral, RSUP Sanglah: Sebagian Tubuh Patah Tulang

Baca: Koster Berharap BRI Bantu Permodalan Masyarakat & Kontribusi Terhadap Pembangunan Bali

“Karena tidak semua plastik mempunyai harga dan ketika plastik didaur ulang akan menjadi kualitas yang lebih rendah sehingga ada langkah yang bagus yakni dengan membuat lukisan wajah plastik ini,” imbunya.

Komunitas sahabat Bumi ini berawal dari 3 anak muda asli Buleleng yang dipertemukan di dalam sebuah organisasi pramuka.

“Kami menciptakan komunitas ini awalnya hanya untuk kami yang mempunyai hobi sama, yaitu merawat menanam, menulis dan bermusik. Seiring berjalan waktu kami mulai mengembangkan sayap kami melakukan edukasi dan penyuluhan tentang pertanian, peternakan, perikanan organik,” paparnya. 

Baca: Sepanjang 2018 BBPOM Denpasar Tangani 13 Kasus Peredaran Obat & Kosmetik Terlarang

Kini fokus dari komunitas ini yakni edukasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya merawat lingkungan serta bersama menggali solusi dari permasalahan, terutama persampahanan yang ada untuk kita jadikan potensi ekonomi dan edukasi.

Berbagai kegiatan yang dilakukan yakni pengolahan sampah, pengolahan pupuk organik cair dan padat, pertanian organik, bina desa, sosialisasi ke sekolah, hingga kerja sama dengan mahasiswa KKN. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved