Penutupan 800 Situs Penjual Kosmetik Berbahaya Tidak Efektif, Ini Kata BBPOM Denpasar

BBPOM Denpasar mengatakan kosmetik berbahaya paling banyak beredar di pasaran dibandingkan dengan produk terlarang lainnya

Penutupan 800 Situs Penjual Kosmetik Berbahaya Tidak Efektif, Ini Kata BBPOM Denpasar
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni melakukan pemusnahan terhadap produk obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) di halaman kantornya, Kamis (9/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, kosmetik berbahaya paling banyak beredar di pasaran dibandingkan dengan produk terlarang lainnya.

Produk kosmetik mengandung mercuri dan hidrokinon itu banyak beredar di pasaran melalui situs-situs media daring.

Aryapatni menjelaskan, guna melakukan pengawasan terhadap perdagangan kosmetik berbahaya di situs-situs media daring itu, BPOM telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Jadi Badan POM juga sudah mengajukan rekomendasi untuk penutupan situs-situs, namun ini enggak efektif karena kalau situs ini ditutup dia bisa buka lagi," kata Aryapatni usai melakukan pemusnahan terhadap produk obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) di halaman kantornya, Kamis (9/5/2019).

Baca: Tetap Semangat Latihan Meski Jalani Puasa Ramadan, Ini Persiapan Hamdi Jelang Laga Kontra Persebaya

Baca: 5 Fitur WhatsApp Ini Jarang Diketahui dan Digunakan, Padahal Bermanfaat Bagi Pengguna

Dikatakan, pada tahun 2018 lalu, ada sekitar 800an situs yang telah ditutup karena terbukti menjual produk kosmetik berbahaya.

Namun yang paling susah untuk diawasi yakni penyebaran melalui media sosial, karena akun penyebarnya tidak serta merta dapat ditutup.

"Kalau by Facebook, by Instagram, by WhatsApp lagi sekarang. Yang bisa ditutup kan di webnya saja," jelasnya.

Selain dengan Kominfo, BPOM juga menjalin kerja sama dengan pengelola media online.

Baca: Cika Raih Medali Emas Kejurnas Panahan Gubernur AAU Open 2019

Baca: Simakrama Tribun Bali ke Kantor BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali

Tujuannya agar produk yang akan ditampilkan di situs media daring sebelumnya dilakukan proses screening.

Tak hanya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, BPOM juga membentuk Kedeputian Penindakan guna penguatan internal.

Kedeputian ini setingkat dengan pejabat eselon I yang didalamnya berisi tiga direktorat, direktorat intelejen, direktorat pengamanan dan direktorat penyidikan.

"(Dengan hadirnya ketiga direktorat) itu mudah-mudahan penegakan di Badan POM juga menjadi kuat dengan penambahan SDM, kemudian kompetensi, kualitas SDM, sarana prasarana yang tentunya untuk melakukan pengawasan by elektronik ini," jelas Aryapati. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved