Ibu Miskiah Dihabisi Tiga Anakanya, Uang Rp 50 Juta Santunan Pascagempa Jadi Pemicu

Pelakunya ada tiga orang, dua di antaranya anak tiri korban dan satu lagi masih keluarganya yang sudah dianggap seperti anak korban

Ibu Miskiah Dihabisi Tiga Anakanya, Uang Rp 50 Juta Santunan Pascagempa Jadi Pemicu
TANGKAP LAYAR TRIBUN SOLO
Polres Mataram mengungkap motif pembunuhan Miskiah (53), pengusaha gula yang ditemukan tewas Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (3/5/2019) lalu. 

Ibu Miskiah Dihabisi Tiga Anakanya, Uang Rp 50 Juta Santunan Pascagempa Jadi Pemicu

TRIBUN-BALI.COM - Polres Mataram mengungkap motif pembunuhan Miskiah (53), pengusaha gula yang ditemukan tewas Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (3/5/2019) lalu.

Dikutip dari Antaranews, Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, terdapat dua motif dalam kasus pembunuhan Miskiah.

Diketahui bahwa ketiga pelaku adalah IS (20) dan SA (31), anak tiri korban, serta SP (30), anak angkatnya.

"Pelakunya ada tiga orang, dua di antaranya anak tiri korban dan satu lagi masih keluarganya yang sudah dianggap seperti anak korban," kata Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam dalam jumpa pers didampingi Kasat Reksrim Mapolres Mataram AKP Joko Tamtomo di Media Center Mapolres Mataram, Kamis.

Baca: Kaum Wanita Wajib Waspada, BBPOM Denpasar Musnahkan 65.485 Kemasan Kosmetik Berbahaya

Baca: Kisah Mengharukan, Perempuan Ini Baru Bersua Ibunya Setelah Mencari Selama 60 Tahun

Baca: Gairah Warga Nusa Penida Budidaya Rumput Laut Terganjal Bantuan Bibit

Baca: Teror Pecah Kaca Mobil di Gitgit Buleleng Terungkap, Ini Wajah Pelakunya

Polisi menduga motif SA dan IS membunuh ibu tirinya karena prasangka buruk dengan harta kekayaan korban yang semuanya berasal dari bapak pelaku.

Sementara SP yang merupakan anak angkat Miskiah, berniat melakukan aksi jahat tersebut karena sakit hati tidak mendapat bagian uang stimulan pascagempa senilai Rp 50 juta.

Polisi menyatakan bahwa pelaku SP yang merupakan anak angkat korban sebagai otak pembunuhan.

"Karena korban ini tidak punya anak, dan SP sudah sejak kecil tinggal sama korban, jadi sudah dianggap seperti anak kandungnya sendiri. Sekolah sampai sarjana ditanggung korban, pas wisudanya saja, korban hadir," ujarnya.

SP ditetapkan menjadi otak pembunuhan karena ialah yang merencanakan dan mengajak kedua pelaku lainya menghabisi nyawa Miskiah.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved