Kaum Wanita Wajib Waspada, BBPOM Denpasar Musnahkan Kosmetik Berbahaya

Temuan kosmetik yang berbahaya ini paling banyak mengandung bahan mercuri dan hidrokinon.

Kaum Wanita Wajib Waspada, BBPOM Denpasar Musnahkan Kosmetik Berbahaya
TRIBUN BALI/I WAYAN SUI SUADNYANA
Pemusnahan terhadap produk obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) di halaman Kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar, Kamis (9/5/2019) pagi. 

Kaum Wanita Wajib Waspada, BBPOM Denpasar Musnahkan 65.485 Kosmetik Berbahaya

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, saat ini banyak sekali ditemukan bahan kosmetik berbahaya di pasaran.

Temuan kosmetik yang berbahaya ini paling banyak mengandung bahan mercuri dan hidrokinon.

Zat-zat pemutih mercuri dan hidrokinon ini, jelasnya, sangat membahayakan karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti kanker kulit dan gangguan organ tubuh lainnya.

Kosmetik dengan bahan kandungan berbahaya ini masih terus beredar di pasaran disinyalir karena masih banyaknya masyarakat, terutama para ibu-ibu, yang termakan oleh iklan.

Iklan kosmetik itu, kata dia, biasanya berisikan janji-janji manis bisa memutihkan kulit.

Baca: Menginap Bersama 2 Lelaki, Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Termutilasi di Kamar Hotel

Baca: Mengambil Pelajaran Hidup dari Mas Nan dan Susiyati, Kesetiaan, Kesabaran, dan Kerja Keras

Baca: Dinsos Tunggak Utang Sampai Rp 677 Juta, RSUD Karangasem Lapor BPK

Oleh karena itu pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak cepat tergiur dengan iklan.

"Ini juga perlu ada edukasi terus-menerus dari kami pemerintah agar konsumen tidak tergiur iklan. Ya kita kan hidup di daerah tropis ya, enggak mungkin jadi putih. Jadi putih karena enggak sehat kan enggak baik," tuturnya.

Hal itu disampaikan Aryapatni usai melakukan pemusnahan terhadap produk obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) di halaman kantornya, Kamis (9/5/2019) pagi.

Baca: Merasa Tak Diperhatikan Pemkab Gianyar, Petani Banjar Taro Kaja Relakan Tanah untuk Jalan Umum

Baca: Gadis 15 Tahun Masuk Perangkap Setelah Dimanja Ketua RT, Curhat ke Bibi Malah Makin Parah

Baca: Gubernur Bali Rencanakan Tutup Taksi Online, Begini Sikap Driver Taksol di Jayamahe

Pemusnahan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Polresta Denpasar, Kejaksaan Tinggi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kantor Loka POM, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Bali.

Produk yang dimusnahkan yakni hasil operasi dari Juli 2017 hingga Desember 2018 yang diperkirakan bernilai Rp 1.050.701.405.

Selain itu, produk lain yang dimusnahkan yakni dari hasil operasi Kantor POM Buleleng selama tahun 2018 yang diperkirakan senilai Rp 205.557.450 dan arsip penandaan (obat dan rokok) dari tahun 2012 hingga 2018 yang diperkiran memiliki nilai Rp 13.119.850.

Aryapatni pun merinci berbagai komoditi produk tersebut, di antaranya terdiri dari obat keras dan temuan di sarana ilegal, pangan tanpa ijin, dan kosmetik tanpa ijin edar atau mengandung bahan terlarang.

Juga terdapat obat tradisional serta suplemen kesehatan tanpa ijin edar atau mengandung bahan kimia obat; dan arsip sampel penandaan untuk obat dan rokok.

"Jadi totalnya 65.485 kemasan, taksiran harganya Rp 1,2 M. Jadi yang terbanyak adalah kosmetik tanpa izin edar dan atau mengandung bahan berbahaya," kata dia. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved