Made Gama Hati-hati Tentukan Alur Pahatan, Uji Kompetensi Sertifikasi Perajin Kriya Kayu Ukir

Made Gama tampak berhati-hati menentukan alur pahatan saat mengikuti kegiatan uji kompetensi Sertifikasi Profesi Perajin Kriya Kayu Ukir

Made Gama Hati-hati Tentukan Alur Pahatan, Uji Kompetensi Sertifikasi Perajin Kriya Kayu Ukir
Tribun Bali/Rizal Fanany
Kegiatan uji kompetensi Sertifikasi Profesi Perajin Kriya Kayu Ukir di Prime Plaza, Sanur, Jumat (10/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Made Gama tampak berhati-hati menentukan alur pahatan saat mengikuti kegiatan uji kompetensi Sertifikasi Profesi Perajin Kriya Kayu Ukir di Prime Plaza, Sanur, Jumat (10/5/2019).

Dia mengaku membawa sendiri 1 set peralatan ukir terdiri dari 35 jenis alat pahat saat mengikuti kegiatan ini.

Saat mengukir kayu mahoni yang sudah diberi pola, dia mengaku kesulitan dengan tekstur kayu yang memiliki banyak serat.

"Pola ukirnya sari bunga, kelopak, dan daun. Kesulitannya hanya pada kayu yang banyak serat, selebihnya sih, tidak ada masalah," jelas Made yang sudah mnggeluti seni ukir sejak kelas 2 SD.

Made berharap usai mengikuti pelatihan sertifikasi selama dua hari, dapat mengembangkan bisnis ukir yang dia geluti sejak lama.

Kegiatan uji kompetensi Sertifikasi Profesi Perajin Kriya Ukir di Prime Plaza, Sanur, Jumat (10/5/2019).
Kegiatan uji kompetensi Sertifikasi Profesi Perajin Kriya Kayu Ukir di Prime Plaza, Sanur, Jumat (10/5/2019). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

"Harapannya ikut pelatihan bisa mengembangkan karya agar lebih bagus dan bisnis ukir lancar," Ungkapnya.

Ir Bernadus Arwin, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Furnitur dan Kayu Olahan selaku panitia menjelaskan, kegiatan sertifikasi ini digelar di Bali sudah dua kali dengan alasan Bali merupakan kiblat seni nasional.

"Kegiatan ini sudah digelar di Bali dua kali, alasannya Bali ini kan kiblat seni nasional, seni apapun termasuk seni ukir," katanya.

Baca: Majelis Hakim Tolak Seluruh Gugatan Nata, Sidang Gugatan Penyitaan Aset Mantan Bupati Klungkung

Baca: Banyak Ular Masuk Rumah di Denpasar, Antisipasi Dengan Meletakkan ‘Jimat’ Ini di Depan Pintu

Dia berharap dengan digelarnya kegiatan ini semakin menumbuhkan semangat para seniman, khususnya seniman ukir untuk tetap berkarya dan berkesenian.

Diberitakan sebelumnya, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI kembali memfasilitasi kegiatan sertifikasi profesi perajin kriya kayu ukir di Bali.

Halaman
12
Penulis: Rizal Fanany
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved