Meski Berisiko, Seorang Pria China Lakukan Implan Otak untuk Hentikan Kecanduannya terhadap Narkoba

Dalam uji klinis tersebut, para dokter membuat dua lubang di kepala Yan dan memasukkan alat yang akan menstimulasi bagian tertentu dari otaknya

Meski Berisiko, Seorang Pria China Lakukan Implan Otak untuk Hentikan Kecanduannya terhadap Narkoba
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM – Narkoba bisa membuat seseorang kehilangan segalanya. Kalimat ini sangat nyata bagi Pasien Nomor Satu yang hanya ingin diidentifikasikan sebagai Yan.

Pria kurus dengan wajah berkoreng itu merupakan salah satu partisipan dalam uji klinis pertama penggunaan deep brain stimulation (DBS) untuk menangani kecanduan sabu-sabu yang diadakan di Rumah Sakit Ruijin, Shanghai, China.

Dalam uji klinis tersebut, para dokter membuat dua lubang di kepala Yan dan memasukkan alat yang akan menstimulasi bagian tertentu dari otaknya menggunakan listrik.

Berbicara dengan Associated Press 72 jam sebelum operasi, Yan mengungkapkan alasannya nekat menjalani operasi tersebut.

Yan bercerita bahwa sejak diajak temannya mengonsumsi sabu-sabu dan menjadi kecanduan akan zat narkoba tersebut, dia telah kehilangan segalanya.

Pertama adalah uang. Menggunakan sabu-sabu membuat Yan merasa lebih fokus, yang kemudian ia gunakan untuk berjudi dengan kartu.

Setiap kali Yan menggunakan narkoba tersebut, ia pun selalu berjudi, dan kalah setiap kalinya.

Baca: David Beckham Dilarang Mengemudi Selama Enam Bulan

Baca: Teror Pecah Kaca Mobil di Gitgit Buleleng Terungkap, Ini Wajah Pelakunya

Sejak menggunakan zat tersebut, Yan mengaku telah kehilangan 150.000 dollar AS atau sekitar Rp 2 miliar.

Menyusul berikutnya adalah istrinya yang menceraikan Yan dan membawa pergi putra satu-satunya.

Sejak perceraiannya, Yan jarang melihat anaknya.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved