Raja Thailand Beri Pengampunan bagi Aktivis yang Menghina Monarki

Jatupat Boonpatararaksa (27) dianggap bersalah telah menghina monarki Thailand setelah ikut membagikan artikel BBC yang tidak menyenangkan tentang

Raja Thailand Beri Pengampunan bagi Aktivis yang Menghina Monarki
(AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. 

Raja Thailand Beri Pengampunan bagi Aktivis yang Menghina Monarki

TRIBUN-BALI.COM, BANGKOK - Seorang aktivis anti-junta Thailand yang telah dipenjara selama dua tahun karena dianggap menghina monarki negara itu, dibebaskan, Jumat (10/5/2019), usai mendapat pengampunan kerajaan.

Jatupat Boonpatararaksa (27) dianggap bersalah telah menghina monarki Thailand setelah ikut membagikan artikel BBC yang tidak menyenangkan tentang raja.

Dia menjadi salah satu tahanan yang dibebaskan di bawah pengampunan kerajaan dalam rangka Raja Maha Vajiralongkorn yang naik takhta akhir pekan lalu.

"Saya tidak marah kepada siapa pun. Saya hanya mencintai demokrasi dan kebebasan," kata Boonpatararaksa, dalam siaran video di Facebook, usai dibebaskan dari penjara provinsi Khon Kaen.

Baca: Ramalan Zodiak Jumat 10 Mei 2019, Ada Banyak Keberuntungan Hari Ini, Banyak Kabar Baik

Baca: Setelah Memusnahkan Kosmetik Berbahaya, BBPOM Denpasar Imbau Masyarakat agar Tak Tergiur Iklan

Thailand merupakan salah satu negara yang masih memberlakukan hukum penghinaan kerajaan yang disebut lese majeste. Pelanggar hukum tersebut dapat diancam dengan hukuman penjara maksimum 15 tahun.

Undang-undang tersebut, yang dikenal dengan Pasal 112, membuat pemeriksaan terhadap keluarga kerajaan yang kaya dan berkuasa tidak mungkin dilakukan di lingkungan kerajaan Thailand, termasuk oleh media yang harus melakukan sensor mandiri.

Boonpatararaksa setelah membagikan profil Raja Maha Vajiralongkorn yang ditulis oleh BBC berbahasa Thailand di London.

Profil tersebut menampilkan perincian kehidupan pribadi Raja Maha Vajiralongkorn yang berusia 66 tahun.

Walau laporan itu dibagikan ulang lebih dari 2.000 kali, tetapi Jatupat menjadi satu-satunya yang dituntut dan dipenjara.

Baca: Gatal Bukan Hanya Tanda Alergi atau Gigitan Serangga, Waspadai 5 Penyakit Mematikan Ini

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved