Siapkan Posko Lebaran di 29 Bandara, Ditjen Hubud Fokuskan 3 Aspek dalam Angkutan Lebaran 2019

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan menyiapkan posko lebaran di 29 bandara domestik dan 7 bandara internasional

Siapkan Posko Lebaran di 29 Bandara, Ditjen Hubud Fokuskan 3 Aspek dalam Angkutan Lebaran 2019
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
(ilustrasi) Bandara I Gusti Ngurah Rai. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan menyiapkan posko lebaran di 29 bandara domestik dan 7 bandara internasional selama periode angkutan lebaran (mudik dan balik) 2019.

Posko tersebut akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan saat melakukan perjalanan mudik dan balik dengan pesawat udara.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Polana B Pramesti di Jakarta.

Polana  juga menambahkan kesiapan angkutan udara dalam melayani masyarakat saat mudik dan balik Lebaran.

“Kami dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan fokus pada tiga aspek dalam persiapan Operasi Angkutan Lebaran 2019. Ketiga aspek tersebut adalah keselamatan, keamanan, dan pelayanan. Dan kami siap memberikan pelayanan prima kepada para pemudik," ungkap Polana, melalui rilis resmi yang diterima tribunbali.com, Jumat (10/5/2019).

Baca: Ni Ketut Rumi Khawatir Rumahnya Ambruk, Warga Keluhkan Program Rehab Rumah

Baca: 634,94 Kg Sampah Terkumpul dalam 1 Jam, Coastal Cleanup 2019 di Pantai Mertasari

Langkah-langkah yang ditempuh Ditjen Hubud dalam memastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2019 salah satunya melakukan rampcheck rutin prasarana dan sarana penunjang operasional penerbangan dan bandara.

Ia memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 31 Mei 2019 atau H-5  Lebaran.

Sementara puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 8-9 Juni 2019 atau H+1 & H+2 Lebaran.

"Kami berharap seluruh stakeholder penerbangan dapat mempersiapkan diri dalam melayani penerbangan angkutan lebaran, baik dari segi keselamatan, keamanan dan pelayanan selama proses penerbangan," ujar Polana.

Ditjen Hubud telah mengidentifikasi beberapa hal yang perlu diantisipasi dalam angkutan Lebaran.

Baca: Jokowi Instruksikan Percepat Layanan Perizinan & Imbau Pemda Ikut Bangun Infrastruktur

Baca: Mario Sempat Dilarang Pulang dari Nusa Dua, Ditemukan Tewas Mengenaskan di Underpass

Misalnya gangguan keselamatan dan keamanan, tarif pesawat, bagasi berbayar, antisipasi cuaca ekstrem, kapasitas pesawat dan lonjakan penumpang, bahaya terorisme, penggunaan narkoba, hingga perubahan pola penerbangan.

Untuk mengantisipasi  hal di atas, tahapan konsolidasi dan koordinasi yang dimulai dari lingkungan internal serta dilanjutkan dengan seluruh penyelenggara bandara, navigasi penerbangan dan maskapai serta pihak terkait lainnya.

Hal tersebut guna memfokuskan perhatian pada langkah antisipatif apabila ditemukan kendala pada saat pelaksanaan angkutan Lebaran 2019.

Terkait dengan sarana pengangkutan, hingga Maret 2019 tercatat sebanyak 12 maskapai yang siap melayani angkutan udara dengan total armada mencapai 547 unit yang akan melayani berbagai rute.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved