Soroti Kawasan Subak Jatiluwih, DPRD Bali Dorong Pemkab Tabanan Susun RDTR

Masifnya para investor yang melirik Warisan Budaya Dunia (WBD) Subak Jatiluwih menyebabkan beberapa kawasan itu saat ini mulai beralih fungsi

Soroti Kawasan Subak Jatiluwih, DPRD Bali Dorong Pemkab Tabanan Susun RDTR
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Dua orang wisatawan tampak sedang menikmati suasana persawahan di DTW Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa (23/4/2019). 

Terlebih kawasan WBD Subak Jatiluwih masuk dalam zona hijau yang seharusnya pembangunan dapat dikontrol dengan baik.

"Harusnya itu RDTR dulu. Sama dengan kawasan Wanagiri itu. Wanagiri itu kan dibiarkan berkembang begitu saja. Seharusnya ya RDTR dulu. Ini boleh, ini tidak boleh. Seharusnya kan begitu," tuturnya.

Ia pun meminta kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti agar bertanggungjawab atas kondisi tersebut.

"Makanya bupati harus bertanggungjawab soal ini. Izin semuanya kan ada di bupati," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana (Unud) Prof Dr Ir I Wayan Windia, SU mengaku akan mengusulkan agar status WBD subak dicabut oleh UNESCO.

Baca: Dukung Praktek Siswa, Astra Motor Bali Serahkan 3 Unit Sepeda Motor Honda ke SMK

Baca: 28 Murid Rudy Hadisuwarno School Diwisuda Hari Ini

Usulan tersebut akan ia sampaikan pada UNESCO International Water Conference 2019 yang akan digelar selama dua hari yakni 13 dan 14 Mei 2019 di Kota Paris, Perancis.

Prof Windia beralasan, usulan dicabutnya WBD subak karena ia melihat kondisi saat ini sudah sangat memperihatinkan.

Terlebih, kata dia, pemerintah khususnya Kabupaten Tabanan tak menepati janjinya kepada UNESCO seperti saat pertama kali subak tersebut diusulkan menjadi WBD.

“Jadi kita mengusulkan dengan berat itu kan, 12 tahun diusulkan baru dia disetujui. Dan saat kita usulkan itu harus ada Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia,” kata Prof Windia saat ditemui di Gedung Pascasarjana Unud belum lama ini.

Namun apa daya, menurut Prof Windia, Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia itu sampai sekarang tidak dibentuk oleh pemkab Tabanan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved