Transaksi 200 Butir Ekstasi, Napi Lapas Kerobokan Divonis 15 Tahun Penjara

Pria yang masih berstatus narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan ini ditangkap kala menyerahkan 200 butir pil ekstasi

Transaksi 200 Butir Ekstasi, Napi Lapas Kerobokan Divonis 15 Tahun Penjara
Tribun Bali/I Putu Candra
Samsul Arifin menunduk kala menjalani sidang di PN Denpasar. 

Menanggapi vonis yang telah dijatuhkan majelis hakim itu, pihak terdakwa yang didampingi tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima.

Setali tiga uang, Jaksa I Wayan Sutarta juga mengatakan menerima vonis tersebut.

Dalam surat dakwaan jaksa dibeberkan awal mula terdakwa Samsul Arifin ditangkap.

Saat itu terdakwa sebagai narapidana yang sedang menjalani asimilasi menerima bungkusan tas kresek yang di dalamnya berisi ekstasi dari seseorang bernama Kemas (masih dalam lidik).

Terdakwa dijanjikan upah yang besarnya tidak disebutkan.

Hari Jumat, 14 September 2018, terdakwa tengah mengikuti gotong royong membersihkan rumah dinas kalapas.

Baca: Triwulan I 2019 Inflasi Bali-Nusra Sebesar 2,06 Persen, Turun Dibanding Triwulan IV 2018

Baca: Manjakan Anak dengan Perawatan Pilihan di Dala Spa

Kemudian dua petugas kepolisian dari Polda Bali, melihat terdakwa mendekati mobil Daihatzu New Xenia warna hitam Nopol DK 1631 AJ yang dikemudikan Moch Rizal (terdakwa berkas terpisah).

Dimana mobil tersebut diparkir di trotoar depan rumah dinas Kalapas Kelas II A Kerobokan di Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan, Kuta, Badung.

Terdakwa kemudian membuang, melemparkan atau menyerahkan bungkusan tas kresek itu melalui pintu kaca samping kiri mobil, yang sudah dibuka.

Di dalam tas kresek itu berisi 2 paket plastik klip yang masing-masing berisi 100 butir ekstasi dengan berat total 99,10 gram netto.

Setelah terdakwa menyerahkan bungkusan tersebut kepada Moch Rizal, terdakwa kembali bekerja sebagai warga binaan di rumah dinas kalapas.

"Lalu sekitar pukul 15.00 Wita terdakwa ditangkap petugas kepolisian dari Polda Bali," ungkap Jaksa I Wayan Sutarta kala itu. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved