Triwulan I 2019 Inflasi Bali-Nusra Sebesar 2,06 Persen, Turun Dibanding Triwulan IV 2018

Triwulan I tahun 2019 ini Bali-Nusra mengalami inflasi sebesar 2,06 persen

Triwulan I 2019 Inflasi Bali-Nusra Sebesar 2,06 Persen, Turun Dibanding Triwulan IV  2018
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bali-Nusra di The Anvaya Beach Resort Bali, Badung, Kamis (9/5/2019) pagi. 

Sementara itu, Gubernur Koster mengatakan terpenuhinya ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali dapat memberikan dampak positif bagi angka inflasi di Bali.

Baca: Meski Perbaikan Irigasi Rampung, Jalan Raya Terminal Mengwi Belum Bisa Dilalui Kendaraan

Baca: 5 Cara Menurut Psikolog Ini, Bisa Membantu Anda Berpikiran Positif di Tempat Kerja

Menurutnya, selama ini kebutuhan bahan pokok kebanyakan dipasok dari luar dengan jumlah yang tidak menentu.

Kekurangan pasokan ini juga terkadang menyebabkan naiknya angka inflasi.

Untuk itu, kata dia, peningkatan produksi produk lokal Bali sangat penting mengingat selama ini sektor pertanian belum mendapat perhatian secara optimal.

Untuk mengatasi hal itu, Gubernur Koster telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 99 Tahun 2018 Tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

"Kita tahu Bali sebagai tujuan wisata dunia. Tapi sayangnya selama ini para petani tidak menerima manfaat pariwisata Bali secara langsung. Untuk itu, saya telah mengeluarkan peraturan tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali," jelasnya.

"Saya ingin antara pariwisata dengan pertanian harus dipertemukan, diberdayakan dan disinergikan sebagai strategi dalam membangun perekonomian Bali guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani, nelayan, dan pelaku serta pegiat industri lokal Bali,” ujar Gubernur Koster.

Baca: Laba Bersih BPD Bali Rp 153 Miliar, Mencapai 109,99 Persen dari Target Awal

Baca: Teco Belum Bisa Kendalikan Tim, Yabes Tanuri Akui Skuat Bali United Masih Adaptasi

Dikatakan Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, dengan memanfaatkan produk lokal maka kebutuhan akan produksi daerah bisa terus meningkat sehingga tidak perlu mendatangkan suplai dari luar.

Dengan demikian, angka inflasi di Bali bisa tetap stabil.

"Mari kita cintai produk dalam negeri dan gunakan produksi daerah sendiri. Ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut hadir beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Bali.

Hadir pula TPID Nusa Tenggara Barat, TPID Nusa Tenggara Timur, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Iskandar Simorangkir.

Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan RI Maria Kristi Endah Murni dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Nasional Denpasar Ida Bagus Raka Suardana juga turut datang ke acara tersebut. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved