Setelah Memusnahkan Kosmetik Berbahaya, BBPOM Denpasar Imbau Masyarakat agar Tak Tergiur Iklan

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan saat ini banyak ditemukan bahan kosmetik berbahaya

Setelah Memusnahkan Kosmetik Berbahaya, BBPOM Denpasar Imbau Masyarakat agar Tak Tergiur Iklan
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Pemusnahan terhadap produk obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) di halaman Kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar, Kamis (9/5/2019) pagi. 

"Kalau by Facebook, by Instagram, by WhatsApp lagi sekarang. Yang bisa ditutup kan di web-nya saja kan," jelasnya.

Selain dengan Kominfo, Badan POM juga menjalin kerja sama dengan pengelola media online.

Tujuannya agar produk yang akan ditampilkan di situs media daring sebelumnya akan dilakukan proses screening.

Tak hanya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, guna melakukan perkuatan di internal Badan POM sendiri, kini sudah dapat dilakukan melalui Kedeputian Penindakan.

Kedeputian ini setingkat dengan pejabat eselon I yang di dalamnya berisi tiga direktorat, direktorat intelejen, direktorat pengamanan dan direktorat penyidikan.

"(Dengan hadirnya ketiga direktorat) itu mudah-mudahan penegakan di Badan POM juga menjadi kuat dengan penambahan SDM, kemudian kompetensi, kualitas SDM, sarana prasarana yang tentunya untuk melakukan pengawasan by elektronik ini," jelas Aryapati.

Baca: Laba Bersih BPD Bali Rp 153 Miliar, Mencapai 109,99 Persen dari Target Awal

Baca: Hati-Hati Bahaya Kosmetik Palsu, Simak Cara Cek Keaslian Kosmetikmu

Sementata itu, pada 2018 lalu ada BBPOM Denpasar telah menangani sebanyak 13 perkara peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan.

Kemudian di tahun 2019 hingga bulan Mei ini, sudah ada 5 perkara yang terdiri dua perkara kosmetik, dua obat tradisional dan satu perkara obat.

"Yang tahun ini masih dalam proses, kalau yang tahun lalu sudah vonis beberapa," kata Aryapatni.

Meski sudah ada yang mencapai tahap vonis, Aryapatni mengaku kecewa dengan hasilnya karena hukuman kepada pelaku hanya mencapai hitungan bulan, bahkan ada juga yang hanya divonis hukuman percobaan.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved