Kelompok Tani Rumput Laut di Nusa Penida Berharap Bantuan Bibit Segera Turun

Hasil uji coba tahun 2018 menunjukkan budidaya rumput laut masih sangat memungkinkan dilakukan di wilayah Nusa Penida

Kelompok Tani Rumput Laut di Nusa Penida Berharap Bantuan Bibit Segera Turun
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Seorang warga sedang menjemur rumput laut di Desa Suwana, Nusa Penida, Jumat (10/5/2019). 

Pihaknya pun belum meberikan target, kapan budidaya rumput laut itu akan mulai digencarkan di Nusa Penida.

Mengingat masih harus menunggu kepastian atas jawaban proposal usulan bibit rumput laut tersebut dari pemerintah pusat dan Provinsi Bali

"Kami masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat dan provinsi, kapan bantuan itu turu. Barulah nanti bisa kami gencarkan budidaya rumput lautnya," ungkapnya.

Durma sebelumnya menjelaskan pada tahun 2015 lalu produksi rumput laut di Nusa Penida mencapai 100.000 ton.

Namun tahun 2017, produksi rumput laut menurun hingga 50 persen yakni mencapai 50.000 ton.

Selain itu, lurunan produksi rumput laut ini juga disebabkan penyakit ais-ais yang  membuat rumput laut mati dan gagal panen karena  rumput laut yang dikembangkan petani dimakan ikan.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, harga jual rumput laut secara nasional tahun 2017/2018 dengan kadar air 35 persen mengalami kenaikan yang signifikan yakni kisaran harga menjadi 20.000 per kilogram jika dibandingkan dengan harga pada tahun 2015/2016 berada di kisaran harga Rp 8.000 – Rp 9.000 per kilogram.

Sebelumnya beberapa desa yang dikenal dengan budidaya rumput lautnya antara kain Desa Jungutbatu, Lembongan, Ped, Kutampi Kaler, Batununggul dan Suana. 

Namun sejak tahun 2016 lalu, hanya tersisa Desa Suana dan Batununggul yang warganya masih bertahan untuk melakukan budidaya rumput laut. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved