Warga Korbankan Sawah untuk Jalan Darurat, Pemkab Gianyar Belum Tangani Jalan Jebol

Sudah lebih dari enam bulan, jalan jebol di Banjar Taro Kaja, Desa Taro,Tegalalang tak mendapat perhatian Pemkab Gianyar

Warga Korbankan Sawah untuk Jalan Darurat, Pemkab Gianyar Belum Tangani Jalan Jebol
TRIBUN BALI/ I WAYAN ERI GUNARTA
Pengendara melintas di atas jalan jebol di Desa Taro, Tegalalang, Gianyar, Jumat (10/5/2019). Petani merelakan tanahnya jadi jalan darurat. 

Dan, di bawahnya terdapat jurang sedalam sekitar 10 meter. Sebagai upaya untuk menghindari terjadinya korban, krama banjar setempat memasang tanda peringatan dalam bentruk drum bekas.

Warga setempat, Komang Legos, yang rumahnya tepat berada di depan jalan jebol tersebut mengatakan, kondisi tersebut sudah terjadi sejak sebulan.

Pihak PU, kata dia, sudah beberapa kali melakukan survei dengan cara memotret kondisinya. Namun pihaknya tak tahu, alasan hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

“Sudah sering PU ke sini ambi foto, tapi belum ada tindaklanjutnya sampai sekarang,” ujar Legos.

Selain itu, jalan hotmix di Banjar Sanding ini juga banyak yang berlubang. Hal tersebut, kata Legos karena usianya sudah tua, yakni terakhir dihotmix tahun 1990an.

Tak hanya jalan, kata dia, di bawah bagian jalan yang jebol tersebut terdapat saluran irigasi puluhan haktare pertanian Subak Sanding dan Subak Blusung. Tebing-tebing irigasi ini sudah mulai keropos.

Pihaknya berharap Dinas PU juga menyikapi hal itu. Sebab jika tak tertangani, puluhan hektare sawah terancam kekeringan.

“Irigasinya sudah ada sejak tahun 1965, sampai sekarang tak pernah mendapat perbaikan. Makanya senderannya banyak yang keropos. Kalau ini sampai jebol, ratusan hektare sawah terancam kekeringan. Perlu ditindaklanjuti juga,” tandasnya. 

Pusat Kota Juga Jebol
Permasalahan infrastruktur, khususnya jalan, tak hanya terjadi di Banjar Sanding. Jalan jebol di pusat Kota Gianyar, yang telah mencelakai sejumlah pengendara.

Sementara jalan penuh lubang, terjadi di Banjar Blusung, Tampaksiring. Namun kerusakan yang telah terjadi berbuan-bulan, belum ditindaklanjuti pemerintah, hingga saat ini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU Gianyar, Wayan Karya belum memberikan konfirmasi terkait hal ini.

Saat dicari ke kantornya, ia tengah tak ada di kantor. Saat dihubungi via telepon, nomernya tidak aktif. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved