Dinilai Lalai, Pemilik Dan Pegawai TPA Princess House Childcare Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Meninggalnya bayi perempuan bernama Elora Nathania Ang pada Kamis (9/5/2019), murni karena kelalaian pemilik dan pegawai

Dinilai Lalai, Pemilik Dan Pegawai TPA Princess House Childcare Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka
Tribun Bali / Firizqi Irwan
Polresta Denpasar merilis kasus terkait meninggalnya seorang bayi perempuan tiga bulan yang dititipkan di TPA PHC di Jalan Badak Sari Nomor 2A Denpasar, Bali pada hari Senin (13/5/2019) siang 

Melihat korban berada diatas kasur dengan posisi tengkurap, salah satu pegawai (Nonik) yang juga saksi kejadian masuk ke dalam kamar yang kemudian membalikkan badan korban dengan posisi telentang.

Setelah lama ditinggalkan, pada pukul 17.00 wita, tersangka kembali ke kamar dan kemudian menggendong korban, namun ia terkaget melihat kondisi korban sudah dalam keadaan lemas.

Panik, LS pun memanggil teman-temannya yang lain, inisiatif pun dilakukan tersangka bersama saksi (Candra) lainnya untuk membawa korban ke rumah sakit BROS.

Naas, saat mendapatkan perawatan medis, pihak rumah sakit menyatakan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban sempat dibawa ke rumah sakit saat kondisi lemas, namun dari hasil pemeriksaan di rumah sakit Bros, korban dinyatakan meninggal dunia," lanjut Kombes Pol Ruddi Setiawan.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar juga mengatakan dari hasil penyelidikan TPA Princess House Childcare dinyatakan bahwa TPA tersebut tidak memiliki izin usaha yang lengkap dan memperkerjakan pegawai yang tidak memiliki kualifikasi keahlian dalam mengasuh anak.

Bahkan yang mengejutkan, dalam brosur TPA yang tersebar disebut memiliki tenaga medis ahli gizi, namun Ruddi menepisnya.

"TPA ini sudah beroperasi selama tiga tahun dan hanya mendapatkan izin dari yayasan saja, tapi dari instansi terkait seperti dinas pendidikan, dinas sosial, dinas kesehatan tidak mengantongi izin," ujarnya.

"TPA ini merekrut stafnya lulusan SMP dan SMA yang tidak memiliki keahlian khusus perawatan anak bayi. Di dalam brosur disebut ada ahli gizi, namun ternyata hasil lidik pemilik tidak mendatangkan ahli gizi, ia hanya mengambil dari google," tambah Ruddi.

Lebih lanjut, TPA Princess House Childcare yang tidak memiliki izin ini memperkerjakan sebanyak 9 pegawai dan mengasuh sekitar 50 anak-anak dan bayi, dari 3 bulan hingga 4 tahun.

Halaman
123
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved