Tahun Ini Ada Empat Kasus Malaria Ditemukan di Bali, Seluruhnya Kasus Impor

Tidak bisa dihindari adanya kasus-kasus impor, seperti pendatang yang masuk ke Bali yang membawa penyakit tersebut.

Tahun Ini Ada Empat Kasus Malaria Ditemukan di Bali, Seluruhnya Kasus Impor
Istimewa
Nyamuk malaria 

Selain itu juga, upaya lain yang dilakukan adalah pemberantasan sumber-sumber penularan seperti vektor nyamuk Malaria yang ditemuka.

Setiap kasus pasien yang mengalami panas tinggi juga dicurigai salah satunya adalah Malaria.

“Maka dari itu upaya pemusnahan vektor adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk, dengan pemberian larvasida, terutama didaerah yang banyak sarang nyamuk, seperti daerah Galian C di Karangasem, Klungkung, Buleleng,” terangnya.

Kasus Malaria yang ditemukan paling banyak di Bali adalah di Kabupaten Karangasem, Klungkung, Buleleng dan beberapa kasus di Jembrana.

Namun, Pihaknya kini sudah bisa mempertahankan eliminasi dengan mengendalikan vektor dan penyakitnya.

Ia menyebut API (Annual Malaria Incidence) atau angka kesakitan malaria per 1000 penduduk dalam 1 tahun yang dinyatakan dalam permil di Bali adalah 0,02.

“Tapi itu impor semua, tidak ada kasus baru. Dengan API (Annual Malaria Incidence) 0,02. Jadi kecil sekali,” tandasnya.

Malaria dapat menyerang semua golongan umur, termasuk bagi dan anak-anak.

Gejala Malaria antara lain, seseorang mengalami demam, menggigil berkeringat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot.

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut diharapkan penderita melakukan pemeriksaan darah tepi untuk memastikan apakah di dalam darahnya terdapat Plasmodium (parasit Malaria).

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved