Wapres JK Nilai Berlebihan Adanya Tuduhan Petugas KPPS Diracun

Jusuf Kalla menilai berlebihan, hoaks adanya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 meninggal karena diracun

Wapres JK Nilai Berlebihan Adanya Tuduhan Petugas KPPS Diracun
Humas Kemenpan RB
Musrenbangnas - Presiden RI, Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menghadiri acara pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019, di Shangri-La Hotel Jakarta, Kamis (9/5/2019). 

Sebelumnya, anggota KPPS di Bandung, Sita Fitriati meninggal dunia setelah menjalani tugasnya dalam Pemilu 2019 pada 17 April lalu.

Namun, di media sosial beredar kabar bohong yang menyebut bahwa Sita meninggal dunia karena diracun dengan zat kimia VX saat menjalankan tugasnya sebagai anggita KPPS.

Adapun kabar bohong ini banyak beredar di media sosial Facebook dan Twitter pada Kamis (9/5/2019). Pihak keluarga telah memberikan klarifikasi dan penjelasan atas beredarnya kabar bohong itu.

Keluarga Sita juga telah melaporkan kejadian ini kepada kepolisian setempat. Kementerian Kesehatan sebelumnya melakukan investigasi atas kematian para petugas KPPS tersebut.

Kemenkes menemukan 13 jenis penyakit penyebab meninggalnya petugas KPPS di 15 provinsi. Penyakit tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multiorgan.

Selain disebabkan 13 jenis penyakit itu, ada pula kejadian meninggal petugas KPPS karena kecelakaan. Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan di 15 provinsi, kebanyakan petugas KPPS yang meninggal di rentang usia 50-59 tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wapres Kalla: Berlebihan Tuduhan Petugas KPPS Diracun"

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved