Serba Serbi

13 Upacara yang Mesti Dilaksanakan Orang Bali, Dari Dalam Kandungan hingga Meninggal

Kehidupan masyarakat di Bali khususnya yang beragama Hindu tidak lepas dari yang namanya upacara yadnya.

13 Upacara yang Mesti Dilaksanakan Orang Bali, Dari Dalam Kandungan hingga Meninggal
Tribun Bali / Putu Supartika
Ilustrasi upacara yadnya 

Sang ibu menjunjung (nyuun) banten gedong-gedongan sambil membawa ikan dibungkus plastik beralaskan daun di tangan kirinya.

Sementara sang suami mengikuti di belakangnya membawa penyukjukan (terbuat dari bambu yang diisi bakang-bakang).

Mereka mengelilingi banten sebanyak tiga kali.

Saat putaran yang ketiga, si suami menusuk 3 kali plastik tersebut hingga ikan tersebut keluar.

Banten pagedong-gedongan ini merupakan simbolik dari perut ibu, yang menggambarkan si bayi beserta saudara-saudaranya (Sang Catur Sanak). 

"Ini sebagai simbol supaya kandungan si ibu menjadi selamat, bayi dalam kandungan selamat sampai pada saat kelahirannya nanti," kata Ida. (*)

2. Kelahiran bayi

Saat bayi lahir ke dunia juga dilaksanakan upacara yang juga sebagai ungkapan rasa syukur.

Si bayi dibuatkan banten yang disebut banten dapetan.

Selain itu, dilaksanakan pula prosesi penanaman ari-ari sang bayi.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved