Memori Kelam Masa Lalu Iwan di Kerusuhan Mei 1998, Disiram Bensin Lalu Dibakar Hidup-hidup

Ia masih ingat saat perjalanan pulang dengan kendaraan bermotor, dirinya dihadang oleh orang tak dikenal dan langsung memukulinya.

Memori Kelam Masa Lalu Iwan di Kerusuhan Mei 1998, Disiram Bensin Lalu Dibakar Hidup-hidup
Arbain Rambey
Kerusuhan Mei 1998 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Iwan Firman, salah satu korban tragedi peristiwa Mei 1998 tak bisa melupakan apa yang sudah terjadi pada dirinya 14 Mei 1998.

Ia masih ingat saat perjalanan pulang dengan kendaraan bermotor, dirinya dihadang oleh orang tak dikenal dan langsung memukulinya.

"Tepatnya di Jalan Letjend Suprapto, itu kan di depan motorku dihadang massa, dihadang sekitar 20 orang lalu helmnya disuruh buka lalu langsung diperlakukan seperti maling," kata Irwan saat peringatan Tragedi Peristiwa Mei 1998, di Mall Klender, Jakarta Timur, Senin (13/5/2019).

Iwan mengatakan pada saat kejadian itu dirinya pasrah, badannya diinjak-injak oleh 20 orang tersebut sehingga kuping dan mulutnya mengeluarkan darah.

Orang-orang tak dikenal itu juga menyiramnya dengan bensin yang berasal dari motornya.

"Dimandiin 1 tengki sudah saya dibakar.

Seluruh badan. Padahal itu 5 liter baru diisi (bensin). Ddimandiin 1 tengki bagaimana coba? Ini kalau bukan karena mukjizat saya enggak sampai hingga hari ini," ujarnya.

Iwan mengatakan, tak lama ketika dirinya dibakar, salah seorang warga yang dipanggilnya "Pak Haji" ikut membantu mengantarnya ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

Ia dirawat selama 3 bulan di rumah sakit itu.

"Teman-teman sekolah dulu SMP Kampung Melayu, aku kontak semua mereka datang dan melihat keadaanku. Pada saat itu, aku sudah terlihat seperti mayat pada pingsan mereka kaget," kata dia.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved