Pertama di Bali UNHI Buka Prodi Hukum Adat, Tamat Bergelar SH, Bisa Jadi Pengacara hingga Notaris

Wakil Rektor (WR) I UNHI, Prof. Dr. Putu Gelgel, SH.,MH., mengatakan prodi ini merupakan satu-satunya yang ada di Bali.

Pertama di Bali UNHI Buka Prodi Hukum Adat, Tamat Bergelar SH, Bisa Jadi Pengacara hingga Notaris
Tribun Bali/Putu Supartika
Wakil Rektor (WR) I UNHI, Prof. Dr. Putu Gelgel, SH.,MH 

Mata kuliah ini nantinya akan dibagi dalam dua mata kuliah yakni wajib dan pilihan.

Baca: 2 Kecamatan di Tabanan Berpotensi Kisruh PPDB, Dewan Tuding Disdik Lamban Tangani Masalah

Baca: Memori Kelam Masa Lalu Iwan di Kerusuhan Mei 1998, Disiram Bensin Lalu Dibakar Hidup-hidup

"Salah satu mata kuliah pilihan yang akan dipelajari di sini yakni Tata Kelola Duwe Desa atau kekayaan desa. Dengan cara menempatkan pada mapel pilihan, prodi ini tidak hanya menjadi tempat belajar orang Bali atau prajuru desa adat saja, tapi orang luar Bali bahkan luar negeri juga bisa kuliah di prodi ini," paparnya.

Untuk mahasiswa dari luar Bali atau luar negeri akan mempelajari mata kuliah wajib, sedangkan untuk mata kuliah Teknik Penulisan Kekawin dan Tata Kelola Duwe Desa diharapkan menjadi pilihan siswa dari kalangan desa adat termasuk prajuru desa.

"Karena prodi ini merupakan bagian dari Fakultas Hukum, tentu ada mata kuliah Hukum lain termasuk mata kuliah Hukum Internasional. Setelah tamat mereka juga akan bergelar SH (Sarjana Hukum)," katanya.

Sementara untuk para pengajar tidak hanya dari kalangan dosen UNHI, namun ada juga dosen luar yang memiliki kualitas terjamin.

Baca: Dede Kerasukan dan Berenang Masuk ke Danau, Hingga Kini Belum Ditemukan

Baca: AKP Sona Traktir Bakso Pelajar Konvoi, Bentuk Terima Kasih Atas Ketertiban Berlalu Lintas

"Pengajar juga ada dari dosen senior UNUD, praktisi hukum juga kami ajak bergabung. Intinya kami ingin Sarjana Hukum di sini benar-benar memahami hukum adat dan hukum yang pada umumnya dipelajari di perguruan tinggi lain. Itu nilai plus dari prodi ini," katanya.

Demikian pula untuk literatur penunjang juga sangat banyak dan ke depan pihaknya berencana akan melakukan riset ke KTLV Leiden.

Walaupun nama Prodinya Hukum Adat, namun tamatannya bisa menjadi Hakim, Pengacara, hingga Notaris.

Tahun ini, ditarget bisa menjaring minimal 50 orang mahasiswa. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved