Seragam Senilai Rp 25 M Dianggap Tipis, DPRD Badung Pertanyakan Kualitas Pakaian Sekolah Gratis

Program pembagian seragam gratis kepada siswa di Badung dikeluhkan anggota DPRD Badung.

Seragam Senilai Rp 25 M Dianggap Tipis, DPRD Badung Pertanyakan Kualitas Pakaian Sekolah Gratis
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA -  Program pembagian seragam gratis kepada siswa di Badung dikeluhkan anggota DPRD Badung.

Anggota dewan mengaku dapat laporan jika kualitas seragam siswa ini tipis dan mudah luntur warnanya. Program seragam gratis ini total untuk SD dan SMP senilai Rp 25 miliar.

Ketua DPRD Badung didampingi sejumlah Ketua Komisi DPRD Badung, Senin (13/5/2019) kemarin, memanggil Kadisdikpora Badung bersama sejumlah kabidnya.

Kabarnya seragam yang diterima siswa baru baik SD maupun SMP, kualitasnya tidak bagus. 

Didampingi Ketua Komisi I Wayan Suyasa, Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata, dan anggota Komisi IV Made Reta, Parwata mengatakan anggaran untuk seragam siswa baru di Badung relatif tinggi.

Untuk seragam endek, alokasi anggarannya mencapai Rp 330.000, seragam sekolah antara Rp 200.000 - Rp 300.000 sesuai ukuran siswa.

Selain itu, pakaian olahraga Rp 127.000. Bahkan dikatakan setelah memperoleh kain, masing-masing juga memperoleh ongkos jahit Rp 100.000.

“Semestinya dengan anggaran segini, kualitas seragam yang diperoleh siswa baru harus sangat baik. Tetapi kenyataannya yang diperoleh tidak berkualitas,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan asal Dalung Kuta Utara itu mengatakan  kualitas seragam bisa dilihat dari ketebalan serta cepat luntur.

Bahkan kata Parwata semua itu dikeluhkan oleh para orangtua murid. Setelah pemanggilan Disdikpora, permasalahannya ada pada sistem tender yang berlangsung.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved