Angkot di Denpasar Terbunuh oleh Kendaraan Pribadi, Sopir Angkutan Umum Akan Digaji Pemerintah

Nasib angkutan umum kota (angkot) di Denpasar semakin tak menentu. Ini antara lain ditunjukkan oleh makin merosotnya jumlah armada angkot

Angkot di Denpasar Terbunuh oleh Kendaraan Pribadi, Sopir Angkutan Umum Akan Digaji Pemerintah
Tribun Bali/Rizal Fanany
NASIB ANGKOT - Sebuah angkot melintas di kawasan Kota Denpasar, Selasa (14/5/2019). Jumlah angkot di Denpasar semakin berkurang setiap tahun. 

Makin rendahnya minat masyarakat terhadap angkot, diakui Sriawan, menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kenyamanan penumpang.

Pihaknya dalam waktu dekat akan mereformasi layanan angkutan umum konvensional menjadi sistem buy the service.

Ia menjelaskan, dalam sistem buy the service, perjalanan angkot yang melayani trayek-trayek dibeli oleh pemerintah untuk kemudian pemerintah menjualnya kepada masyarakat dengan tarif yang ditetapkan.

Sistem ini menjamin kualitas dan kuantitas pelayanan. 

Nantinya ada standar pelayanan yang harus dipenuhi oleh para pengemudi, sehingga mereka hanya berkonsentrasi pada pelayanan tanpa harus terbebani biaya setoran seperti selama ini.

''Jadi, nanti sopirnya digaji, disubsidi oleh pemerintah. Biaya Operasional Kendaraan (BOK) semuanya juga dipenuhi,'' urai Sriawan.

Baca: Kepergok Ni Wayan Suartiningsih, Tiga Kuli Bangunan Ini Akui 3 Kali Lakukan Pencurian

Dengan demikian, diharapkan penumpang bisa merasakan pelayanan angkutan umum yang efektif dan murah, bahkan bisa gratis.

''Jika minat masyarakat makin meningkat, diharapkan ketersediaan angkot bisa terus bertahan,'' harapnya.

Ia menjelaskan, keberadaan transportasi umum seperti angkot berpengaruh terhadap sustainable transportation (sistem transportasi yang berkelanjutan).

Ia menjelaskan, ada tiga aspek penunjang sustainable transportation, yakni pertama adalah aspek kesetaraan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan di kendaraan umum. 

Halaman
1234
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved