Begini Klarifikasi Pihak Vila Soal Sepeda Motor yang Disewa Pasutri Korban Jambret di Kuta

Benar disepakati harga sewa sepeda motor per harinya yakni Rp 125 ribu dan disetujui jika terjadi kerusakan atau kehilangan akan ditanggung oleh

Begini Klarifikasi Pihak Vila Soal Sepeda Motor yang Disewa Pasutri Korban Jambret di Kuta
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi jambret. Dua warga Jepang menjadi korban jambet di kawasan Kuta, Bali sekitar pukul 03.00 WITA pada Jumat 3 Mei lalu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Pasangan suami istri warga Singapura yang menjadi korban jambret ketika berlibur di Bali diberitakan media asing.

Hingga saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Mengenai permintaan ganti rugi sepeda motor sewaan yang juga hilang saat penjambretan terjadi, pihak vila yang menyewakan kendaraan tersebut memberikan klarifikasi.

Baca: Jadi Korban Jambret di Kuta, Pasutri Asal Singapura Juga Kehilangan Motor yang Disewanya di Bali

“Sebelum tamu menyewa kita berikan agreement terlebih dahulu dan sudah tertulis di sana jika terjadi kerusakan atau kehilangan, penyewa mengganti ruginya baik terhadap perbaikan kerusakan ataupun seharga motor tersebut jika hilang,” ungkap perwakilan vila tempat Mr. Eugene Aathar dan Ms. Dolly Ho menginap, Rabu (15/5/2019) kepada tribun-bali.com.

Benar disepakati harga sewa sepeda motor per harinya yakni Rp 125 ribu dan disetujui jika terjadi kerusakan atau kehilangan akan ditanggung oleh penyewa dalam hal ini Mr Aathar dan Ms Dolly.

"Kita tidak ada minta Rp 250 juta. Saya cek waktu itu memang harga baru skuternya di harga Rp 21 juta sampai Rp 25 juta.

Kita dari pertama saat datang ke rumah sakit tidak pernah minta uang, kita tanya motornya dimana, kalau hilang pertanggungjawabannya bagaimana, kita sebagai staf ingin kejelasan untuk bisa mempertanggungjawabkan pada owner," ungkapnya

Pihak vila menjelaskan menanyakan secara baik-baik, dan perlu jaminan sebagai pertanggungjawaban.

Dijelaskan bahwa motor sewaan yang hilang tersebut baru dibeli empat bulan.

“Karena besoknya kedua tamu tersebut check out dari vila. Kita meminta pertanggungjawabannya saat itu dan mereka bilang tidak punya uang dan hanya bisa bayar Rp 12 juta dan kita tidak apa-apa. Disepakatilah dan dilakukan pembayaran dengan hitam di atas putih juga saat itu,” papar perwakilan villa.

Pihaknya menampik telah meminta Rp 250 juta.

Dari pihak kepolisian juga mengetahui hal ini.

Perwakilan villa juga mengatakan, sesuai kesepakatan, jika sepeda motor tersebut diketemukan pihak kepolisian, uang ganti rugi jaminan dari tamu tersebut sebesar Rp 12 juta tersebut akan dikembalikan.

Dan hingga saat berita ini dibuat, sepeda motor sewaan tersebut belum ditemukan. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved