Gubernur Koster Segera Realisasikan Rumah Desain, Wujud Pengembangan Industri Kreatif Bali

Gubernur Bali Wayan Koster nampaknya memiliki perhatian serius terhadap pengembangan industri kreatif dan bakat kaum muda Bali

Gubernur Koster Segera Realisasikan Rumah Desain, Wujud Pengembangan Industri Kreatif Bali
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI terkait Indonesia sebagai tuan rumah Asia Animation Summit (ASS) 2020 dan 2021 di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (14/5/2019) pagi. 

Rencana mengenai Rumah Desain ini, Gubernur Koster juga sempat paparkan ketika menerima audiensi dari Kelompok Ahli Bidang Kerja Sama Investasi dan Khusus (Pokli KIK) di Ruang Kerjanya, Jumat (1/3/2019) lalu.

Waktu itu Gubernur Koster mengaku akan segera membentuk semacam ‘rumah desain produk’ yang diperuntukkan sebagai wadah dan fasilitas perencanaan dan pendesainan produk-produk yang nantinya akan diproduksi.

Baca: Pembinaan Lagu Pop Daerah Bali Duta PKB Kota Denpasar Difokuskan pada Nada, Gerakan, dan Kekompakan

Baca: Cadangkan Irfan Bachdim, Ini Prediksi Starting 11 Bali United vs Persebaya

“Masalah keunikan desain, masalah kreativitas, masalah kualitas saya kira di Bali kita tidak kalah dengan yang lain, bahkan negara lain," jelasnya.

Menurutnya, penggunaan brand Bali dalam aneka produk pangan dan sandang ini, selain akan meningkatkan peran UMKM lokal di Bali, juga akan mengembangkan kreativitas desain produk para perajin dan desainer di Pulau Dewata.

“Orientasinya jelas untuk market wisatawan, produk-produk untuk kepentingan mendukung industri wisata di Bali. Namun tidak sampai di sana, kita juga akan kembangkan produk-produk dengan orientasi ekspor,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah punya tugas untuk menciptakan peluang, mem-back up permodalan demi pertumbuhan industri lokal tersebut.

Tak cukup sampai di situ, Koster juga mengaku sangat yakin dengan kemampuan anak-anak muda Bali untuk menciptakan teknologi tepat guna untuk mendukung berbagai sektor yang ada di Bali.

“Contohnya di teknologi pengolahan sampah organik pada program Simantri, alatnya ‘kan anak-anak (Universitas) Udayana yang membuat. Misalnya saja untuk membuat alat pengupas gabah, tentu akan sangat berguna untuk para pertani. Anak-anak muda kita biasa ikut perlombaan robot dan teknologi tinggi lainnya, jadi saya pikir tidak masalah untuk meng-create yang seperti ini. Tenaganya ada dan betul-betul digunakan untuk kepentingan daerahnya. Kita harus pompa terus industri lokal ini,” tegas Koster. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved