Perjuangkan Kesehatan Anak Disabilitas, Yayasan Sayangi Bali Bawa Berobat Hingga ke Singapura

Tak hanya itu, yayasan ini pun turut menyalurkan bantuan kepada anak-anak penyandang disabilitas dan tidak mampu.

Perjuangkan Kesehatan Anak Disabilitas, Yayasan Sayangi Bali Bawa Berobat Hingga ke Singapura
TRIBUN BALI/MEIKA PESTARIA TUMAGGOR
Pengurus Yayasan Sayangi Bali bersama anak-anak foto bersama di rumah yayasan Jalan Gunung Guntur No. 19, Denpasar. 

Meski sempat putus asa untuk mengusahakan pengobatan pada Amel, karena terkendala dengan peralatan kedokteran.

Dewa Putu terus berjuang agar kondisi Amel dapat membaik hingga dapat berjalan.

Tak tanggung-tanggung, Dewa Putu berencana membawa Amel untuk menjalani operasi di Singapura.

Ia mengatakan Amel akan menjalani operasi pinggul dan lutut di Singapura.

"Kata dokter tulang pinggul Amel berada di luar posisi semula, jadi harus dikembalikan ke posisi semula. Meski telapak kaki sudah terbentuk, tapi belum bisa berdiri lama. Karena tulang pinggulnya tadi tidak pas berada di tempatnya. Setelah operasi pinggul, baru nanti operasi lutut. Lutut posisinya tidak lurus, karena pengaruh tulang pinggul yang tidak lurus," kata Dewa Putu.

Amel direncanakan akan menjalani operasi bulan pada Juli atau Agustus mendatang.

Selain kaki, tangan Amel juga belum dapat berfungsi dengan baik. Amel masih kesulitan untuk memegang benda jika dalam keadaan duduk.

"Tangan juga belum berfungsi dengan baik. Tapi kita fokus untuk bisa berdiri dulu. Kalau kondisi duduk Amel tidak bisa angkat tangan dan sulit pegang sesuatu, tapi kalau posisi tidur bisa angkat tangan. Amel juga sudah nyusun balok ke samping, kalau ke atas tidak bisa karena terkendala tangannya belum bisa diangkat," ujar Dewa Putu.

Dewa Putu mengatakan, perjuangan yang dilakukan sejauh ini agar Amel dan anak-anak di Yayasan Sayangi Bali dapat beraktivitas dengan baik, selalu bahagia dan semangat.

"Kalau anak-anak bisa tertawa kita bahagia. Kadang kita sedih juga, mestinya usia mereka lagi senang-senangnya. Disatu sisi anak-anak ini luar biasa. Mereka masih bisa tersenyum bisa ketawa, mereka tidak ada beban. Saya juga semangat untuk menjalani," kata Dewa Putu. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved