Simpang Ring Banjar

Antar Leluhur Kembali ke Nirwana, Tradisi Nyagaang di Banjar Jelantik Kuribatu

Warga di Banjar Jelantik Kuribatu memiliki tradisi nyagaang yang biasanya dilaksanakan saat hari raya Kuningan

Antar Leluhur Kembali ke Nirwana, Tradisi Nyagaang di Banjar Jelantik Kuribatu
Banjar Jelantik Kuribatu
Antar Leluhur Kembali ke Nirwana, Tradisi Nyagaang di Banjar Jelantik Kuribatu 

Puncak ritual dilakukan saat Kuningan dan ditandai dengan digelarnya tradisi nyagaang.

Warga meyakini ritual ini sebagai perpisahan dengan leluhur untuk kembali ke nirwana.

Haturan berbagai wewantenan di depan rumah dimaknai sebagai bekal sang pitara yang kembali akan menuju alam nirwana.

Meski pun tradisi ini tidak termuat di cakepan lontar, namun ini sudah menjadi tradisi turun temurun yang sangat mendarah daging bagi warga banjar Jelantik Kuribatu dan beberapa wilayah lainnya di Klungkung.

Setelah ritual nyagaang usai, seluruh keluarga langsung makan bersama di tempat tersebut sebagai wujud kebersamaan dan kedamaian.

Baca: Terduga Pelaku Mutilasi di Pasar Diam Saat Anjing Pelacak Datang, Polisi Lalu Iseng Panggil Sugeng

Baca: 7 Upacara Hindu untuk Menghormati Lingkungan Hidup

"Entah kapan ritual nyagaang ini dimulai, siapa pun tidak bisa memastikan secara pastinya karena ini menjadi tradisi warga. Kami berharap melalui tradisi ini, sang pitara yang akan kembali akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan di mana semua keluarga yang ditinggalkan ke alam nirwana sudah dilihat dalam keadaan rukun  dan bahagia,” harapnya.

Minim Regenerasi di Sektor Kerajinan

Kelian Banjar Jelantik Kuribatu, I Nyoman Mujana mengungkapkan, saat ini kepala keluarga di Banjar Jelantik Kori Batu berjumlah 144 KK, atau sekitar 544 jiwa.

Sebagian masyarakatnya bekerja di industri pariwisata, pedagang, pegawai swasta dan negeri, serta beberapa masih menekuni usaha pembuatan bokor.

Era 1970an, Banjar Jelantik Kuribatu dikenal sebagai sentra kerajinan bokor (sarana upacara) dan alat upakara lainnya yang terbuat dari besi.

Namun saat ini perajin bokor di Banjar Jelantik Kuribatu nyaris punah.

Tersisa 5 KK perajin bokor di Banjar Jelantik Kuribatu yang usianya sudah lanjut.

Kerajinan ini minim regenarasi karena anak-anak muda di Banjar Jelantik Kuribatu sekarang lebih memilih bekerja di sektor pariwisata dan kapal pesiar. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved