Capai 500 Ribu Ton Lebih, 95 Persen Bawang Putih Indonesia adalah Hasil Impor

Pemerintah Indonesia sudah sejak lama mengimpor bawang putih secara rutin karena produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Capai 500 Ribu Ton Lebih, 95 Persen Bawang Putih Indonesia adalah Hasil Impor
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Pengamat Pertanian sekaligus Rektor Universitas Dwijendra, DR. Gede Sedana 

Ketiga, teknologi budidaya. Dan keempat, insentif petani (pasar bawang putih). 

Baca: Kisah Ketut Murniasih Berkawan dengan Moyet Lantaran Tiap Pagi Jalan Kaki 2,5 Jam ke Sekolah

Baca: Agar Terhindar dari Fintech Ilegal, Ini Tips yang Diberikan Tongam Lumban Tobing

Dikatakannya rata-rata produktivitas bawang putih di dalam negeri masih sangat jauh lebih rendah jika dibandingkan produktivitas bawang putih di China

“China memiliki rata- rata produktivitas bawang putih sebesar 30 ton/ha, sementara di Indonesia baru mencapai 10 ton/ha,” ungkap Sedana di Denpasar, Kamis (16/5/2019).

Wakil Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bali ini menambahkan upaya peningkatan produktivitas ini sangat membutuhkan adanya ketersediaan bibit bawang putih yang unggul dan harus memiliki sifat yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Penyediaan bibit wajib dilakukan oleh pemerintah atau lembaga penelitian atau pengusaha pertanian, khususnya yang menangani pembenihan dan pembibitan. 

Ketersediaan bibit ini selanjutnya diiringi oleh penguasaan teknologi budidaya yang benar tentang pengembangan bawang putih oleh petani produsen guna menghasilkan peningkatan produktivitas. 

Peningkatan ketrampilan dan penguasaan teknologi ini dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan yang berkesinambungan, yaitu dalam bentuk on-farm dan on-trial demonstration plots. 

Baca: Gejala Demam Berdarah Pada Anak Menurut dr Gede Bagus Darmayasa, Anak Bisa Saja Tidak Merasakan

Baca: Soal Gaji Guru Kontrak yang Belum Dibayar Pemprov, Boy Sebut Sudah Dicairkan Kecuali di Mendoyo

Pendampingan-pendampingan teknis harus dilakukan secara intensif untuk menunjukkan dan menghasilkan peningkatan produktivitas bawang putih.

Intensifikasi bawang putih membutuhkan perhatian yang semakin serius guna menyakinkan bahwa pengelolaan usaha tani bawang putih dapat memberikan keuntungan ekonomis kepada petani melalui peningkatan produktivitasnya. 

Selain faktor teknis budidaya pertanian bawang putih, ia berharap pemerintah bersama-sama dengan stakeholder lainnya perlu menetapkan perencanaan produksi bawang putih setiap tahunnya. 

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved