Capai 500 Ribu Ton Lebih, 95 Persen Bawang Putih Indonesia adalah Hasil Impor

Pemerintah Indonesia sudah sejak lama mengimpor bawang putih secara rutin karena produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Capai 500 Ribu Ton Lebih, 95 Persen Bawang Putih Indonesia adalah Hasil Impor
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Pengamat Pertanian sekaligus Rektor Universitas Dwijendra, DR. Gede Sedana 

Perencanaan produksi ini hendaknya mencakup  penentuan lokasi-lokasi atau sentra produksi bawang putih sangat dibutuhkan guna menjamin ketersediaan bawang putih di dalam negeri sepanjang tahun, mengingat adanya perbedaan curah hujan dan agroklimat lainnya di seluruh wilayah Indonesia. 

“Ini berarti bahwa pemerintah dan para ahli harus menetapkan zonasi yang cocok untuk pengembangan bawang putih di Indonesia,” imbuhnya.

Penetapan zonasi ini akan dapat dijadikan pedoman untuk menghitung perkiraan luas lahan, produksi bawang putih dalam satu tahun. 

Baca: KSOP Padang Bai Periksa Kelayakan Kapal Jelang Arus Mudik Lebaran 2019

Selain itu, dengan adanya zona-zona atau sentra produksi bawang putih di Indonesia, akan dapat memberikan perhatian secara khusus dari pemerintah di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat. 

Dalam pemetaan atau penentuan zonasi ini juga perlu dibarengi dengan adanya prediksi informasi pasar, yang berupa supply (persediaan) bawang putih setiap bulan (dalam satu tahun), tingkat konsumsi  bawang putih setiap bulan dalam satu tahun dan fluktuasi harga.

Di samping itu, para pengusaha pertanian juga akan dapat ikut berperan untuk melakukan investasi dalam pengembangan bawang putih baik secara langsung melalui kemitraan usaha dengan kelompok-kelompok petani/koperasi petani atau melakukan penanaman bawang putih dalam skala yang lebih luas.  

Sementara itu para petani produsen juga perlu diberikan edukasi melalui penyuluhan-penyuluhan yang berkenaan dengan agribisnis bawang putih.

Baca: Majikan dan Satpam Jadi Calon Tersangka, Polda Bali Sebut Adik Eka Juga Korban

Petani harus memahami terlebih dahulu bahwa pengelolaan usaha tani bawang putih benar-benar memberikan keuntungan ekonomis bagi mereka. 

“Keuntungkan ekonomis yang diterima inilah akan menjadi insentif utama para petani untuk semakin bergairah mengelola usaha tani bawang putih,” tutur Sedana. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved