Harga Tiket Tempat Wisata di Badung Naik Per 1 Juli 2019, Target Rp 129 Miliar Bisa Terkejar?

Dispar dan pengelola akan merancang pemungutan tiket masuk obyek wisata dengan menggunakan sistem e-ticketing.

Harga Tiket Tempat Wisata di Badung Naik Per 1 Juli 2019, Target Rp 129 Miliar Bisa Terkejar?
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Tepukan tangan dan sorak sorai mengiringi pertunjukkan di GWK, belum lama ini. Dispar dan pengelola akan merancang pemungutan tiket masuk obyek wisata dengan menggunakan sistem e-ticketing. 

Harga Tiket Tempat Wisata di Badung Naik Per 1 Juli 2019, Target Rp 129 Miliar Bisa Terkejar?

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Untuk menindaklanjuti Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor 17 Tahun 2019 tentang Peninjauan Tarif Restribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, yang ditandatangi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta tertanggal 27 Maret 2019, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung Kamis (16/5/2019), mengumpulkan pelaku wisatawan di Gumi Keris. Dalam pertemuan itu pun akhirnya disepakati tiket objek wisata di Badung naik per 1 juli 2019.

Pertemuan yang dipimpin Kadis Pariwisata Badung I Made Badra itu, juga dihadiri para pengelola obyek wisata, ASITA dan sejumlah instansi terkait. Intinya, pihak pengelola selain menyetujui kenaikan tarif juga sepakat ada peningkatan kualitas layanan di dalam obyek wisata.

Baca: VIDEO Live Streaming Liga 1 2019: Bali United Vs Persebaya Surabaya, Ini Starting XI Kedua Tim

Baca: 647 Siswa Lulusan SD di Buleleng Berpotensi Tak Kebagian Kelas di SMP Negeri

Baca: SEDANG BERLANGSUNG live Streaming Liga 1 2019: Bali United Vs Persebaya Surabaya

Bahkan, dalam APBD Perubahan 2019, Dispar dan pengelola akan merancang pemungutan tiket masuk obyek wisata dengan menggunakan sistem e-ticketing. Pada pertemuan itu, pelaku dan pengelola objek wisata juga di berikan penjelasan bagaimana tiket retribusi di gunakan secara elektronik.

“Iya, tadi sudah disepakati tarif retrebusinya. Nanti tiketnya naik per 1 Juli 2019 ini,” ujar Made Badra.

Menurutnya, kabupaten Badung terahir melakukan peninjauan tarif restribusi tempat wisata pada tahun 2011. Sehingga pihaknya mengaku peninjauan ini di pandang perlu dan layak. Pihaknya juga tak menampik, kenaikan tarif retrebusi itu juga dalam rangka menggenjot pendapatan Badung.

“Salah satu tujuan kenaikan tarif ini juga untuk meningkatkan pendapatan daerah,” katanya sembari menyebut target pendapat dari restribusi tahun 2019 sebesar Rp 129 miliar.

Untuk mendukung pengenaan tarif baru per 1 Juli ini, Made Badra mengaku secepatnya akan berkoordinasi dengan agen-agen perjalanan wisata di Bali.

Pihaknya berharap travel agen ikut memberi tahukan wisatawan bahwa harga tiket masuk obyek wisata ada perubahan. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved