Kisah Ketut Murniasih Berkawan dengan Moyet Lantaran Tiap Pagi Jalan Kaki 2,5 Jam ke Sekolah

Menyusuri perkebunan, lereng bukit yang diapit jurang, dan lereng hutan yang dihuni grombolan monyet dan binatang buas.

tribun bali/saiful rohim
Ni Ketut Murniasih bersama Kepala Sekolah SDN 6 Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kamis (16/5/2019). 

Kisah Ketut Murniasih Berkawan dengan Moyet Lantaran Tiap Pagi Jalan Kaki 2,5 Jam ke Sekolah

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Setiap pagi bocah kelas III, Ni Ketut Murniasih ini berjalan kaki sekitar 2,5 jam dari rumah ke sekolah dan kembali lagi ke rumah.

Ni Ketut Murniasih tercatat sebagai siswi SD Negeri VI Bugbug ini, usianya 11 tahun.

Badannya kurus, tingginya sekitar 110 centimeter. Perjalanan jauh ke sekolah menjadi kewajibannya.

Ni Ketut Murniasih mengaku berasli dari Banjar Bugbug Kaler, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem.

Semangat untuk bersekolah sangat tinggi. Anak pasangan Ni Ketut Kantin dan Nengah Merta harus berjalan kaki selama 2.5 jam dari rumahnya di atas Bukit Pejinengan ke sekolah.

Murniasih sapaan berjalan kaki seorang diri, tanpa ada orang mengantar.

Bocah berambut lurus berangkat pukul 06.00 wita, dan sampai di sekolah pukul 07.00 wita. Jalan yang dilalui terjal dan menanjak.

Menyusuri perkebunan, lereng bukit yang diapit jurang, dan lereng hutan yang dihuni grombolan monyet dan binatang buas.

"Berangkat ke sekolah biasanya lebih cepat daripada balik ke rumah. Kalau mau sekolah jalanan menurun jadi lebih cepat, saat balik jalanan menanjak jadi butuh waktu lama,"kata Murniasih ditemui di sekolahnya.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved