Ramadan 2019

Nangis di Acara Pesantren Ramadan, Napi Lapas Perempuan Sedih Jalani Puasa di Balik Jeruji Besi

Para narapidana Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Ramadan tahun 2019 ini mereka jalani di balik jeruji besi

Nangis di Acara Pesantren Ramadan, Napi Lapas Perempuan Sedih Jalani Puasa di Balik Jeruji Besi
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Suasana Pesantren Ramadan bertajuk "Membentuk Kepribadian yang Disiplin dalam Beribadah" di Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Kerobokan, Badung, Bali, Selasa (14/5/2019). 

"Kangennya ya pas buka puasa dan sahur bersama. Juga berangkat tarawih bersama, Mbak. Sekarang ini saya sudah ketiga kalinya menjalani puasa di sini," ceritanya.

Baca: Pratu Kasnun Gugur Dalam Tugas, Warga pun Merasa Kehilangan Putra Terbaik Mereka

Baca: Penuhi Panggilan Polres Klungkung, Kepsek Diperiksa Terkait Dugaan Kekerasan

Hal senada juga dituturkan oleh narapidana asal Surabaya yang divonis 8 tahun kurungan penjara kasus narkotika jenis sabu-sabu.

Wanita muda berparas cantik itu terlihat menangis dan sedih di tengah Pesantren Ramadan berlangsung.

"Ini Ramadan kedua saya di sini. Vonis saya 8 tahun dan sudah menjalani 1 tahun. Ya yang paling dikangenin ya buka puasa bersama keluarga di rumah, Mbak. Kangen banget momen seperti itu," ujarnya.

Pesantren Ramadan diisi dengan lantunan Asmaul Husna oleh Majlis Takmil Wardatul Jannah, majlis taklim para narapidana Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar.

Kultum disampaikan oleh Ustadzah Hj Anik Rahmani dan dihadiri oleh Majlis Taklim Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (MTP IPHI) Provinsi Bali sebanyak 10 orang.

Pesantren Ramadan dilanjutkan dengan berbuka puasa, tarawih dan tadarus bersama.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved