Kadek Suartini Tewas dengan Kepala Benjol dan Hidung Berdarah, Perbakel Tigawasa Ungkap Fakta Ini

Diduga kecelakaan tersebut akibat motor yang dikendarai wanita 40 tahun tersebut mengalami rem blong sehingga terperosok dan menabrak tembok rumah

Kadek Suartini Tewas dengan Kepala Benjol dan Hidung Berdarah, Perbakel Tigawasa Ungkap Fakta Ini
dokumentasi kepolisian buleleng
Polisi melakukan olah TKP di jalur Desa Kaliasem-Tigawasa atau di lokasi terjadinya kecelakaan hingga menyebabkan Kadek Suartini tewas, diduga akibat rem blong, Jumat (17/5/2019) 

Kadek Suartini Tewas dengan Kepala Benjol dan Hidung Berdarah, Perbakel Tigawasa Ungkap Fakta Ini

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Nyawa Kadek Suartini tak tertolong setelah terlibat kecelakaan tunggal sekitar pukul 07.30 Wita di jalur Banjar Dinas Dajan Pura, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng pada Jumat (17/5/2019).

Diduga kecelakaan tersebut akibat motor yang dikendarai wanita 40 tahun tersebut mengalami rem blong sehingga terperosok dan menabrak tembok rumah warga.

Warga asal Banjar Dinas Dajan Pura tak mampu mengendalikan motornya lalu menghantam tembok.

Tak hanya itu, korban pun mengendarai Honda Vario DK 4781 UX tanpa memakai helm.

Baca: Kasdan 8.0 Siapkan Acara Menarik untuk 300 Anak Yatim dan Dhuafa, Berbagi dalam Harmoni

Baca: Hari Raya Waisak Tahun 2019, Ini Makna Api Alam yang Disemayamkan di Candi Mendut

Baca: Santet Tak Tembus pada Suami, Istri dan Selingkuhannya Sewa Pembunuh Bayaran, Dibayar Pakai BPJS

Baca: Pria Siram Istri Pakai Zat Asam Gegara Password HP, Meninggal Dunia di Pelukan Anak Bungsu

Perbekel Tigawasa, Made Sudarmaya mengatakan, korban sejatinya baru saja seusai mengunjungi anak perempuannya di Desa Sidatapa. Sekira pukul 06.30 wita.

Korban pun memutuskan untuk pulang, dengan melintasi jalur Kaliasem-Tigawasa.

Perbekel Sudarmayasa tidak menampik, jalur yang dilintasi oleh korban memang rawan terjadi kecelakaan.

Bahkan pihaknya sudah berulang kali memohon kepada Dinas PUPR Buleleng agar jalur tersebut dipasangi besi pembatas jalan.

Namun hingga kini permohonan itu sebut Sudarmayasa tak kunjung mendapatkan respon.

"Dari arah Selatan itu kondisi jalannya memang menurun disertai tikungan. Rawan terjadi kecelakaan. Kemungkinan remnya tidak berfungsi karena panas, sehingga jatuh fan menabrak rumah warga" katanya.

"Jenazahnya langsung dibawa keluarganya pulang. Sekarang sudah di rumah duka," terangnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, korban Suartini tewas akibat mengalami cidera kepala berat (CKB).

Ini terjadi lantaran Suartini saat berkendara tidak mengenakan helm. "Bagian kepala depan korban benjol. Dari hidung keluar darah, sementara motornya dalam keadaan rusak. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved