KPA Diduga Palsukan Surat Kuasa, Giliran Jaksa Laporkan Anak Ketut Rugeg ke Polisi

Kasus gugatan perdata I Ketut Rugeg terhadap Kejaksaan Negeri Klungkung terkait rencana eksekusi aset terpidana korupsi Wayan Candra berbuntut panjang

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kajari Klungkung Otto Sompotan didampingi Kasi Intel Kejari I Gusti Ngurah Anom Sukawinata dan Kasi Datun Cokorda Gd Agung Indrasunu, saat ditemui di Kantor Kejari Klungkung belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kasus gugatan perdata I Ketut Rugeg terhadap Kejaksaan Negeri Klungkung terkait rencana eksekusi aset terpidana korupsi mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra berbuntut panjang.

Setelah gugatan itu ditolak, giliran seorang jaksa dari Kejaksaan Klungkung melaporkan anak dari Ketut Rugeg, KPA (45) ke kepolisian.

Keponakan dari mantan Bupati Wayan Candra itu, dilaporkan karena diduga membuat surat kuasa palsu bersama pengacaranya untuk membuat gugatan perdata terhadap Kejari Klungkung.

Perkara tersebut dilaporkan oleh Putu Rizky Sitraputra (31), seorang jaksa di Kejari Klungkung, Jumat (17/52019).

Ia didampingi Kasi Datun Kejari Klungkung, Cokorda Gede Agung Indrasunu tampak berada di Kantor Satreskrim Polres Klungkung.

Mereka bertemu dengan Kasatreskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, untuk melakukan konsultasi terkait kasus tersebut.

"Memang benar ada laporan dari orang Kejaksaan Negeri Klungkung, dan kasusnya masih dilidik oleh kepolisian," ujar Kasubag Humas Polres Klungkung, AKP Putu Gede Ardana.

Dalam laporannya, kejadian dugaan pemalsuan surat kuasa ini bermula ketika I Ketut Rugeg melalui kuasa hukumnya TB membuat surat kuasa untuk melakukan gugatan perdata terhadap Kejaksaan Negeri Klungkung atas kasus penyitaan tanah dengan terpidana mantan Bupati Klungkung, I Wayan Candra.

Baca: Tak Banyak yang Tau, Andmesh Kamaleng Ungkap Kisah Getir Keluarganya, Wanita Cantik ini Menangis

Baca: Akan Rayakan Ulang Tahun Kelima, Hotel NEO Denpasar Bagikan 1005 Takjil Gratis

Dengan adanya gugatan tersebut, selanjutnya Kajari Klungkung Otto Sompotan menerbitkan surat perintah penyelidikan untuk menindak lanjuti dan mengembangkan kasus perkara tindak pidana pencucian uang dengan terpidana I Wayan Candra.

Kejaksaan lalu melakukan pemeriksaan salah satu anak dari I Ketut Rugeg dengan inisial KPA (45).

Lalu dijelaskanlah I Ketut Rugeg sejak tahun 2007 menderita stroke, sehingga tidak bisa menggerakkan anggota badan, berbicara maupun melakukan aktivitas secara normal.

Setelah ditanyakan oleh penyidik Kejaksaan tentang siapa yang membuat surat kuasa dan cap jempol tertanda I Ketut Rugeg, dijelaskan oleh KPA bahwa dialah beserta adik-adiknya yang mencari pengacara TB.

Selanjutnya KPA mengarahkan tangan ayahnya seolah-olah yang terbaring lemah untuk memberikan cap jempol di surat kuasa.

Sehingga seolah-olah, I Ketut Rugeg benar-benar membuat surat kuasa tersebut untuk pengacaranya guna melakukan gugatan perdata ke pihak Pengadilan Negeri Klungkung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved