Polisi Dalami Penyelewengan Dana Hibah, Kadisdikpora Klungkung Dimintai Keterangan Sekitar 4 Jam

Pemeriksaan tersebut dilakukan, terkait kasus dugaan pengelewengan dana hibah Pembangunan Paibon Arya Kenceng di Dusun Cemulik, Desa

Polisi Dalami Penyelewengan Dana Hibah, Kadisdikpora Klungkung Dimintai Keterangan Sekitar 4 Jam
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Bandahara Bantuan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Gusti Ayu Purnami, ketika dimintai keterangan Unit Tipikor Polres Klungkung, Jumat (17/5/2019). 

Dalami Penyelewengan Dana Hibah, Kadisdikpora Dimintai Keterangan Sekitar 4 Jam

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Klungkung meminta keterangan Kadisdikpora Klungkung, I Nyoman Mudarta dan Bandahara Bantuan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Gusti Ayu Purnami, Jumat (17/5/2019).

Pemeriksaan tersebut dilakukan, terkait kasus dugaan pengelewengan dana hibah Pembangunan Paibon Arya Kenceng di Dusun Cemulik, Desa Sakti, Nusa Penida senilai Rp 420 juta.

Kaduanya dimintai keterangan sekitar pukul 09.00 Wita.

Baca: 20 Ucapan Selamat Hari Raya Waisak untuk Teman, Saudara Melalui Medsos

Baca: 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan, Ini Doa yang Sering Dibaca Nabi Muhammad

Baca: Air Berkah dengan Apri Dharma akan Diarak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur Sabtu Ini

Pemeriksaan ini merupakan lanjutan, setelah sebelumnya Unit Tipikor Polres Klungkung memeriksa Panitia Pembangunan Pura Paibon Arya Kenceng di Dusun Cemulik, Desa Sakti, Nusa Penida.

"Keduanya kami periksa sekitar empat jam. Kami masih lakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi terkait kasus ini," jelas Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Jumat (17/5/2019).

Penyelidikan kasus dugaan korupsi ini dimulai sejak bulan Maret lalu.

Pihak kepolisian pun sudah sempat turun ke objek pembangunan pura yang dimaksud, untuk mengumpulkan alat bukti.

"Memang saat kami turun, pembangunan pura itu ada. Namun pura itu belum rampung," jelas Mirza

Namun menurut Mirza, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya saat ini tengah mengumpulkan dan menyiapkan berbagai dokumen, untuk pemeriksaan gerugian negara oleh BPK atau BPKP.

"Meskipun uang hibah ini sudah dikembalikan ke Pemkab, kami tetap lakukan penyelidikan. Saat ini kami tengah siapakan dokumen untuk pengecekan BPKP atau BPK, apakah ada unsur kerugian negara dari kasus ini," jelas Mirza Gunawan. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved