Simpang Ring Banjar

Sucikan Krama Cerai Lewat Mesamsam, Tetap Dikenakan Denda untuk Efek Jera

Pesamsaman merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman dulu, namun tetap dilakukan oleh generasi selanjutnya

Sucikan Krama Cerai Lewat Mesamsam, Tetap Dikenakan Denda untuk Efek Jera
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Bagian Depan Pura Puseh Bale Agung, tempat digelarnya prosesi pesamsaman. 

Di Banjar Kubu juga kerap digelar Sangkepan Pemangku.

Acara ini digelar tiap bulan tepatnya saat memasuki tilem.

Kata Bendesa Adat Kubu, I Nyoman Suandi, dalam rangkaian sangkepan, tepatnya di Pura Hyang Waringin digelar ritual menimbang sanganan kukus injin.

Timbangan ini bentuknya sama dengan timbangan yang ada di Pura Kehen.

Begitupun dengan alat timbangnya berupa batu.

Suandi mengatakan, pada saat menimbang sanganan, walaupun berat sanganan selalu satu kilo, namun hasil timbangan tidak selalu menunjukkan sama.

“Terkadang ada kurang artinya injin yang ditimbang lebih ringan. Namun ada juga lebih. Kalau kurang, bulan depan wajib disusulkan kekurangannya. Kekurangan ini juga ada kaitannya dengan perilaku krama di desa pakraman, dan berkaitan dengan kesejahteraan. Setelah ditimbang, injin ini dibagikan kepada peserta sangkep,” ungkapnya.(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved