Setelah Dampingi Jokowi, Giri Prasta Sebut Desa Kutuh Punya Sinergi Bagus Bangkitkan Perekonomian

Kutuh ini dulunya salah satu desa yang paling miskin di Kabupaten Badung, namun karena tokoh masyarakat menggerakkan potensi wilayahnya ini

Setelah Dampingi Jokowi, Giri Prasta Sebut Desa Kutuh Punya Sinergi Bagus Bangkitkan Perekonomian
Istimewa
I Nyoman Giri Prasta 

Di mana lapangan tersebut merupakan lahan dari Pelaba Pura Dang Kahyangan Gunung payung seluas 16 hektar.

Untuk mewujudkan hal itu, diakuinya itu merupakan impian yang masih panjang untuk direalisasikan.

Namun karena ada dana desa 2018, maka disepakati dilakukan percepatan pengembangan sport tourism dengan mengalokasikan dana desa untuk pengembangan kawasan tersebut. 

 
Adapun dana tersebut sebesar Rp 784 juta lebih, yang peruntukannya untuk penataan tanah dan pengadaan rumput lapangan berkelas internasional.

Baca: Silvia Sangat Senang Meski hanya Dapat Bersalaman dan Mencium Tangan Presiden Jokowi  

Baca: Koster Buatkan Pergub Pengaturan Zonasi, Solusi Akhiri Polemik Taksi Online dan Konvensional  

Setelah 3 bulan selesai penataan lapangan, 3 bulan kemudian lapangan itu dipergunakan latihan oleh tim internasional yang berkompetisi di Desa Pecatu.

 
“Dorongan dana desa ini sangat positif. Karena kolaborasi dengan kepala desa melalui pemanfaatan dana desa dan pihaknya melalui Bumda, tahun lalu kami mendapatkan laba bersih sebesar Rp 14,7 milyar. Maka Rp 5 milyar dari laba tersebut kami gunakan  untuk mempercepat proses pembangunan kampung bola internasional ini," jelas Made Wena.

Pengembangan kampung bola tersebut merupakan penjabaran dari sport tourism yang dikembangkan, sekaligus implementasi Instruksi Presiden no 3 tahun 2011 tentang percepatan pengembangan olahraga sepakbola.

Baca: Presiden Jokowi Harapkan Desa Lain Contoh Pengaplikasian Dana Desa Seperti Desa Kutuh

Sementara Perbekel Kutuh, Wayan Purja menjelaskan Desa Kutuh sudah 6 kali menerima dana desa dari tahun 2015. 

Sampai saat ini total dana desa yang diterima sudah mencapai Rp 3,5 milyar dan sudah dikelola dan diimplementasikan dengan sebaiknya.

Hal tersebut menjadi motivasi bagi pihaknya untuk berbuat dan mengamalkan program membangun desa dari pinggiran. 

“Program ini benar-benar mengena di hati masyarakat dan terbukti Desa Kutuh dari 20 tahun yang lalu kami yang masih berada di bawah garis kemiskinan, sekarang sudah nol kemiskinan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bahkan kami sudah bisa memberikan beasiswa melalui usaha-usaha yang ada di desa,” ungkap Purja.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved