46 Desa di Badung Jadi Desa Digital, Permudah Pelayanan ke Masyarakat

Dalam rangka memudahkan pelayanan masyarakat, kini sebanyak 46 desa di Kabupaten Badung menggunakan sistem digital atau berbasis IT

46 Desa di Badung Jadi Desa Digital, Permudah Pelayanan ke Masyarakat
NicoElNino via KOMPAS.com
Ilustrasi media sosial 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Dalam rangka memudahkan pelayanan masyarakat, kini sebanyak 46 desa di Kabupaten Badung menggunakan sistem digital atau berbasis IT.

Bahkan semua desa di Gumi Keris ini disebut-sebut desa digital. Peluncuran desa digital ini dilakukan Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, Jumat (17/5/2019).

Bupati Giri Prasta mengatakan, peluncuran desa digital ini sangat perlu untuk mempermudah akses masyarakat di Badung. Selebihnya setiap desa maupun banjar di Badung kini sudah terpasangi wifi secara gratis.

“Sebagai contoh desa di Badung yakni Desa Punggul sudah menjadi percontohan desa digital secara nasional. Sehingga kita perlu terapkan kepada yang desa lainnya,” ujarnya di sela-sela diadakannya peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Lapangan Puspem Badung.

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat meluncurkan desa digital, di Lapangan Puspem Badung, Jumat (17/5/2019).
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat meluncurkan desa digital, di Lapangan Puspem Badung, Jumat (17/5/2019). (Istimewa)

Bupati asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang itu menjelaskan, dengan adanya desa digital itu pelayanan masyarakat akan menjadi lebih mudah.

Ia mencontohkan melalui desa digital ini, Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Sistem Informasi Administrasi Desa dan Kelurahan (Siadek), Sistem Informasi Geografis (Sigadis), dan Sistem Informasi Pemerintahan Desa (Simpedes) dapat dengan mudah diakses.

“Di Badung juga telah didukung infrastuktur yang memadai dengan diberikannya wifi gratis mulai di sekolah, puskesmas, kantor desa, hingga ke balai banjar. Sudah barang tentu itu harus dimanfaatkan dengan maksimal,” paparnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) I Putu Gede Sridana, mengatakan, persiapan menuju desa digital dilakukan sejak dua tahun lalu.

Namun, baru digeber setelah semua infrastruktur pendukung tersedia. Selain itu juga melihat kesiapan pihak desa untuk meningkatkan program pada bidang IT.

“Intinya sekarang kan sudah berbasis IT dengan adanya internet gratis. Sehingga kami menginginkan pelayanan masyarakat juga harus ditingkatkan dengan memanfaatkan IT tersebut,” katanya.

Gede Sridana mengatakan, dalam peluncuran desa digital ini, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dalam hal teknis.

Sementara isinya diolah langsung oleh Dinas PMD. Dia mengatakan, peluncuran desa digital ini, baik itu berupa SIAK, Siadek, Sigadis, dan Simpedes, bisa dengan mudah diakses melalui android.

“Desa yang memasukkan datanya. Jadi kalau kita mencari melalui HP bisa. Ini pun modelnya seperti aplikasi yang memudahkan kita mencari data,” katanya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved