Dianggap Mengganggu Jalur Evakuasi Pasien, RSUP Sanglah Gusur PKL

Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di area RSUP Sanglah, Denpasar digusur. Sebab, PKL dianggap menganggu jalur evakuasi

Dianggap Mengganggu Jalur Evakuasi Pasien, RSUP Sanglah Gusur PKL
Tribun Bali/Rino Gale
Terpampang Poster "Dilarang Parkir dan Berjualan di Area RSUP Sanglah, Denpasar, Jumat (17/5/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di area RSUP Sanglah, Denpasar digusur. Sebab, PKL dianggap menganggu jalur evakuasi yang berada di Jalan Pulau Bali.

Para PKL melakukan aksi dengan memprotes kebijakan RSUP Sanglah tersebut, Jumat (17/5/2019).

Salah satu pedagang mengatakan, pihaknya tidak diizinkan berdagang di area RSUP Sanglah, tepatnya di Jalan Pulau Bali, karena dianggap mengganggu jalur evakuasi.

"Kami digusur karena dianggap mengganggu jalur evakuasi. Tadi sudah melakukan pertemuan dengan pihak RSUP Sanglah dan hasilnya memang kita harus pindah. Ada tempat yang disiapkan, tapi ya harus kontrak, dan kita nggak ada biaya untuk kontrak," ujar pedagang yang tidak mau disebut namanya itu.

Namun, para PKL masih tetap berjualan di area RSUP Sanglah. Tepatnya di trotoar depan Kampus Fakultas Ilmu Budaya Unud di Jalan Pulau Nias.

"Kami juga nggak tahu harus berjualan di mana. Yang jelas penghasilan kami menjadi berkurang. Ya solusinya harus gimana lagi," tambahnya.

Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna mengatakan, pihaknya memang sedang merapikan jalur evakuasi pasien.

Ia mengungkapkan, jika tidak dibersihkan, PKL akan berkembang di area itu. Yang pasti akan menimbulkan kemacetan, kumuh dan akan mengganggu pelayanan buat masyarakat.

"Iya itu memang tujuan kita. Harus gimana lagi. Dan nyatanya sudah ada masyarakat yang mengeluhkan crowded-nya depan RS ini," ujarnya saat dikonfirmasi melalui seluler.

Lanjutnya, memang sudah ada diskusi bersama pihak RSUP Sanglah dengan pedagang. Hasilnya pun sudah disepakati agar tidak lagi berjualan di depan RSUP Sanglah.

"Ya begitu hasilnya, karena memang menyadari pentingnya jalur evakuasi yang lancar," ungkapnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved