Dokter Ahli Syaraf Ani Hasibuan Dipanggil Polisi, Alumni UI Siap Jadi Penjamin

Alumni Universitas Indonesia menyatakan siap menjadi penjamin dr Ani Hasibuan dan jika perlu siap untuk ditahan, #SaveDokterAniHasibuan.

Dokter Ahli Syaraf Ani Hasibuan Dipanggil Polisi, Alumni UI Siap Jadi Penjamin
Tribun Bali/Prima
`Korban` Pemilu 2019 Tambah 5 Orang di Bali 

Anggota Ikatan Keluarga Besar UI Sabrun Jamil menilai polisi panggil Ani Hasibuan adalah tindakan yang tidak tepat. 

Menurut Sabrun Jamil, pendapat Ani adalah bentuk dari profesionalismenya sebaga seorang dokter terlepas menurut pengakuan Sabrun, Ani adalah pendukung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Sabrun dalam Konferensi Pers dan Diskusi Publik bertajuk "Mendesak Investigasi Wafatnya Ratusan Petugas KPPS" di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

"Ibu Ani Hasibuan ini rekan kami di Alumni UI. Dia memang 02. Tapi kita semua tahu, dia itu seorang dokter yang disumpah atas nama sumpah dokter.

Dia kalau ngobatin orang di jalan itu tidak bertanya, 'you agamanya Islam atau Nasrani, 01 atau 02, tukang pijit atau mandor masjid'. Mereka dokter itu disumpah atas nama profesi dan kemanusiaan," kata Sabrun.

Sabrun Jamil pun mengibaratkan dirinya yang berlatar belakang pendidikan insinyur sipil mengomentari jika ada sebuah jembatan yang roboh.

"Kebetulan background saya insinyur sipil. Itu sama dengan kalau ada jembatan roboh terus saya kasih komentari, ini tiangnya kurang besar, semennya kurang banyak, atau besinya dicolong, setelah disidik. Itu profesionalitas saya. Saya tidak bicara 01 atau 02 kalau bicara itu. Sama dengan Mbak Ani," kata Sabrun seperti diberitakan Tribunnews.com, Jumat (17/5/2019).

Berita terkait dukungan dari alumni UI kepada Ani Hasibuan pun merebak dan kemudian dibagikan di akun media sosial.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun ikut mendukung gerakan atau deklrasi alumni UI terkait kasus Ani Hasibuan tersebut. 

Dalam cuitan sebelumnya, Fahri Hamzah mengingatkan polisi untuk tidak melakukan kriminalisasi terhadap seorang dokter yang membuat pernyataan atas keahliannya.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved