Kasus Alit Wiraputra Sudah P21, Selasa Depan Diserahkan ke Kejaksaan

Dugaan kasus perizinan dan pelebaran pelabuhan Benoa yang menjerat tersangka Alit Wiraputra telah dinyatakan P21 atau lengkap dan siap diserahkan

Kasus Alit Wiraputra Sudah P21, Selasa Depan Diserahkan ke Kejaksaan
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ketua Kadin Bali AA Alit Wiraputra, digiring ke ruang tahanan di Mapolda Bali, Kamis (11/4/2019). Alit ditahan setelah ditangkap di Jakarta, Kamis pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Dugaan kasus perizinan dan pelebaran Pelabuhan Benoa yang menjerat tersangka Alit Wiraputra telah dinyatakan P21 atau lengkap dan siap diserahkan ke kejaksaan negeri pekan depan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Dir Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan.

Fairan mengatakan pihaknya akan menyerahkan Alit dan juga barang bukti ke kejaksaan pada, Selasa (21/5/2019) pekan depan.

"Perihal perkembangan kasus Alit sendiri yang dia sebagai tersangkanya, itu berkasnya sendiri sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan atau sudah P21. Kita akan melaksanakan langkah tahap dua, yaitu menyerahkan tersangka dan barang bukti nanti hari Selasa (21/5/2019), pekan depan ke kejaksaan," kata Fairan.

Baca: Datangi Polda Bali, Gusti Randa: Alit Wiraputra Ingatkan 3 Orang yang Pernah Disebutnya

Dia menuturkan, berkas kasus Alit tersebut sudah P21 pada minggu lalu, hanya saja pihak kepolisian Polda Bali membutuhkan Alit dalam pemeriksaan yang mana dirinya melaporkan tiga nama dalam dugaan kasus penggelapan beberapa waktu lalu.

"Berkasnya Alit ini sudah P21 minggu kemarin. Tapi kami belum limpahkan, karena dia kan mengadukan juga ketiga orang tadi, jadi kita minta dulu keterangannya, bukti-bukti yang ada untuk menindaklanjuti laporannya itu," jelas Fairan.

Sementara itu, mengenai pelaporan Alit tersebut, timnya saat ini sedang menunggu bukti-bukti lainnya dari Alit untuk menguatkan laporannya.

"Terhadap pelaporan Alit, kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap Agung Alit apa saja yang menjadi dasar dia mengadukan Sandos, Candra dan Jayantara sebagai terlapor penipuan dan penggelapan. Kita sudah periksa dia dan dia sampaikan seperti itu.

"Sekarang ini kita lagi meminta bukti dari pengadu, apakah ada bukti-bukti kesepakatan di antara mereka. Nah sekarang kata dia, lagi meminta waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti kesepakatan mereka sebagai kesepakatan kerja sama. Kita lagi menunggu dokumen-dokumen yang ingin ia datangkan kepada kita," jelas Dir Reskrimum Polda Bali asal Sulsel ini.

Baca: Besok Alit Wiraputra Dipanggil Terkait Dugaan Korupsi, Kuasa Hukum: Kita Beberkan Fakta

Pihaknya pun menuturkan kepada pihak Alit apakah ada saksi lainnya untuk didatangkan dalam memperkuat aduannya.

"Nanti setelah itu kita akan cari saksi yang lainnya, kita juga meminta kepada Agung Alit, apakah ada saksi yang lain di luar dari tiga orang itu yang bisa mendukung laporan saudara (Alit), begitu. Dan juga meminta waktu untuk menghadirkan saksi yang mengetahui perihal kesepakatan itu," tuturnya.

Setelah itu, lanjut dia, baru timnya akan klarifikasi terhadap terlapor.

Mengenai bukti-bukti seperti pengiriman uang, transfer, itu ungkap dia, sudah diperoleh timnya.

"Kalau dikatakan mereka menerima dana dari Agung Alit, saya katakan iya. Tapi apakah aliran dana itu bagian dari kerja sama, ataukah sebagai jasa? Kita tidak tahu, seperti itu. Bukti aliran dananya sudah kami dapatkan di kasusnya itu."

"Saksi yang diperiksa belum ada, karena kita meminta kepada pengadu untuk mendatangkan saksi yang mendukung pengaduannya itu. Dalam pengaduan kan itu prosesnya lidik, untuk menentukan ada peristiwa pidana atau tidak, nah kita minta ini. Jika ada bukti permulaan cukup akan dinaikkan menjadi laporan polisi," jelasnya menerangkan. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved