Minimalkan SDM 'Impor' Bidang Perhotelan, Putri Koster Minta SMK Ciptakan SDM Siap Kerja

Putri Suastini Koster berharap dunia pendidikan, khususnya SMK harus menciptakan SDM yang sudah siap kerja

Minimalkan SDM 'Impor' Bidang Perhotelan, Putri Koster Minta SMK Ciptakan SDM Siap Kerja
Humas Pemprov Bali
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster menghadiri acara pisah kenang siswa angkatan ke-6 SMK Giri Pendawa di Banjar Pande, Nongan, Karangasem, Sabtu (18/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster berharap dunia pendidikan, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK), harus menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah siap kerja, karena selama bersekolah para siswa SMK sudah dibekali keahlian sesuai bidangnya masing-masing.

"Khusus untuk lulusan perhotelan, mesti mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas sehingga Bali tidak mencari sumber daya manusia yang didatangkan dari luar negeri atau impor,” kata Putri Koster saat menyaksikan penampilan duta seni dan kebudayaan RI yang bertugas di Belgia, sekaligus acara pisah kenang siswa angkatan ke-6 SMK Giri Pendawa di Banjar Pande, Nongan, Karangasem, Sabtu (18/5/2019).

Ia melanjutkan, hendaknya siswa-siswi lulusan SMK setelah dilepas dan dikembalikan kepada orangtuanya, siap mengabdi dan bekerja sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing di tengah masyarakat. 

Baca: Pura Taksu Bhuwana Taman Bukit Pengajaran, Tempat Memohon Segala Jenis Taksu

Baca: Pemprov Kembali Laksanakan Bali Resik Sampah Plastik Minggu Esok, Ini Lokasinya di Seluruh Bali

Disamping itu, mereka diharapkan dapat mengaplikasikan ilmunya untuk diri sendiri, mengasah kemampuan sebagai landasan mencari pengalaman dan mengaplikasikan kemampuan di masyarakat.

“Guru adalah busur yang melesatkan anak panah ke depan. Oleh sebab itu, janganlah menjadi anak-anak yang durhaka terhadap catur guru,” pesannya.

Selain itu, siswa diharapkan tidak hanya menguasai ilmu yang terkait dengan kurikulum saja, tetapi keahlian dan keterampilan juga diasah sejak dini.

Apalagi terdapat ekstrakurikuler di sekolah yang harus tetap diikuti, dengan tujuan seiring berjalannya waktu, siswa akan tumbuh menjadi individu yang berkualitas.

Baca: TRIBUN WIKI - Berlibur di Bali Bingung Cari Tempat Salat Tarawih? Ini 15 Masjid di Kota Denpasar

Baca: Jokowi Sebut Panitia Seleksi KPK Memiliki Integritas yang Tak Diragukan

"Sehingga lulusan sekarang tidak hanya mumpuni di bidang keilmuan saja, namun merupakan sumber daya manusia yang siap membaur di masyarakat. Ikut mencerdaskan masyarakat dan ikut mengambil bagian yang menjadi program dari Pemerintah Bali," harapnya.

Oleh sebab itu, kata dia, sekolah swasta yang dikelola oleh yayasan juga harus mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga kedepannya perlu dibuatkan aturan berupa Peraturan Daerah (Perda) karena SMA dan SMK sudah menjadi kewenangan pemerintah Provinsi.

Pelepasan kelulusan 196 siswa-siswi SMK Giri Pendawa ini juga dimeriahkan oleh Made Agus Wardana, seorang duta seni dan budaya yang ditugaskan di Belgia, diiringi dengan tampilan seni gamelan mulut (Gamut). (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved